Archive for February, 2008


pembuatan susu kedelai

PEMBUTAN SUSU KEDELA

Oleh : Ahmas Sarbini

1. PENDAHULUAN

Kacang-kacangan dan biji-bijian seperti kacang kedelai, kacang tanah, biji kecipir, koro, kelapa dan lain-lain merupakan bahan pangan sumber protein dan lemak nabati yang sangat penting peranannya dalam kehidupan. Asam amino yang terkandung dalam proteinnya tidak selengkap protein hewani, namun penambahan bahan lain seperti wijen, jagung atau menir adalah sangat baik untuk menjaga keseimbangan asam amino tersebut. Kacang-kacangan dan umbi-umbian cepat sekali terkena jamur (aflatoksin) sehingga mudah menjadi layu dan busuk. Untuk mengatasi masalah ini, bahan tersebut perlu diawetkan. Hasil olahannya dapat berupa makanan seperti keripik, tahu dan tempe, serta minuman seperti bubuk dan susu kedelai. Kedelai mengandung protein 35 % bahkan pada varitas unggul kadar proteinnya dapat mencapai 40 % – 43 %. Dibandingkan dengan beras, jagung, tepung singkong, kacang hijau, daging, ikan segar, dan telur ayam, kedelai mempunyai kandungan protein yang lebih tinggi, hampir menyamai kadar protein susu skim kering.

Bila seseorang tidak boleh atau tidak dapat makan daging atau sumber protein hewani lainnya, kebutuhan protein sebesar 55 gram per hari dapat dipenuhi dengan makanan yang berasal dari 157,14 gram kedelai. Kedelai dapat diolah menjadi: tempe, keripik tempe, tahu, kecap, susu, dan lain-lainnya. Proses pengolahan kedelai menjadi berbagai makanan pada umumnya merupakan proses yang sederhana, dan peralatan yang digunakan cukup dengan alat-alat yang biasa dipakai di rumah tangga, kecuali mesin pengupas, penggiling, dan cetakan. Susu kedelai merupakan minuman yang bergizi tinggi, terutama karena kandungan proteinnya.

Kedelai merupakan bahan makanan yang penting sebagai sumber protein nabati yang di konsumsi secara langsung. Laju pertanmabahan akan kebutuhan susu deleai sejalan dengan laju pertambahan pendduduk yang di tunjang oleh kemajuan teknologi sehingga kedelai meruypakan salah satu bahan industri untuk pemenuhan akan kebutuhan pangan ternak dan lainnya. Pemanfaatan teknologi tepay guna sebagai alternatif pilihan bagi petani dan masyarakat untuk meningkatkan nilai produksi pertanian sanagt du butuhkan pada saat ini.

Susu kedelai dapat dibuat dengan teknologi dan peralatan yang sederhana, serta tidak memerlukan keterampilan khusus. Penggunaan air sumur dapat menghasilkan susu kedelai dengan rasa yang lebih enak. Untuk memperoleh susu kedelai yang baik, kiita perlu menggunakan kedelai yang berkualitas baik. Dari 1 kg kedelai dapat dihasilkan 10 ltr susu kedelai.

2. ALAT DAN BAHAN

1. BAHAN

1) Kedelai 2) Air panas

3) Air dingin utk perendaman 4). liter

4) Gula pasir 5) Panili

6) Coklat 7) Garam

2. ALAT

1) Panci

2) Penggiling batu

3) Kain Saring atau kain blacu

4) Tungku atau kompor

4. LANGKAH KERJA

1) Bersihkan kedelai dari segala kotoran, kemudian cuci;

2) Rebus kedelai yang telah bersih selama kira-kira 15 menit, lalu rendam dalam air bersih selama kira-kira 12 jam;

3) Cuci sampai kulit arinya terkelupas. Hancurkan dengan penggiling dari batu;

4) Campur kedelai yang sudah halus dengan air panas. Aduk-aduk campuran sampai rata;

5) Saring campuran dengan kain saring, sehingga diperoleh larutan susu kedelai;

6) Tambakan gula pasir, panili, coklat, dan garam ke dalam larutan susu, lalu aduk sampai rata dan panaskan hingga mendidih.


4. HASIL PENGAMATAN

warna susu kedelai putih kekuningan

rasa manis

bentuk cair

aroma kedelai

tekstur lembut


Setelah melakukan praktek pembuatan susu kedelei maka hasil di dapatkan selain menghasilkan rasa susu manis juga protein yang terkandung di dalamnya sangat tinggi

Dengan penambahan coklat dan vanili dapat membuat aroma susu kedelai lebih sedap dengan susu keselai biasa tampa penambahan vanili coklat.

 

  1. PEMBAHASAN

Menurut fardias (1992) menyatakan bahwa fermentasi adalah proses pemecahan karbohidrat dan asam amino secara anaaerobic (tampa memerlukan oksigen). Pemecahan karbohidrat dari glukosa dan pelepasan paling sedikit dau pasang atom hydrogen menghasilkan senyawa karbon lainnya yang lebih teroksidasi dari pada glukosa.

Senayawa yang teroksidasi dalam tahap pertama membentuk senyawa sebagai hasil fermentasi reaksi teroksidasi tidak dapat belangsung tampa reaksi reduksi yang seimbang. Oleh karena itu jumlah atomhidrogen yang di lepas dalam tahap pertama fermentasi selalu seimbanang dengan jumlah yang digunakan dalam taha kedua.

  1. KESIMPULAN

Pasa dasarnya dalam pembuatan susu kedelai di lakukan dengan melalui proses fermentasi Susu kedelai dapat dibuat dengan teknologi dan peralatan yang sederhana, serta tidak memerlukan keterampilan khusus. Penggunaan air sumur dapat menghasilkan susu kedelai dengan rasa yang lebih enak. Untuk memperoleh susu kedelai yang baik, kiita perlu menggunakan kedelai yang berkualitas baik. Dari 1 kg kedelai dapat dihasilkan 10 ltr susu kedelai.

 

DAFTAR PUSTAKA

Petunjuk Praktikum pengolahan hasil pertanian Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Jurusan Penyuluhan Pertanian Di Yogyakarta.

 

Pengendalian Hama Terpadu

Pengendalian Tikus Sawah (Ratus-ratus argentiiventuer)

Dengan Perangkap Bubu

Oleh Ahmad Sarbini

 

Pendahuluan

Dalam proses budi daya pertanian tidak terlepas dari apa yang namanya Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), kerugian akibat serangan hama bisa mencapai 37 %, penyakit 35 %, gulma 29 %, dan bahkan akibat yang di timbulkan oleh serangan hama tikus bisa menyebabkan gagal panen (puso).

Pengendalian OPT bertujuan untuk mempertahankan produksi pertanian agar produksi tetap optimal, pengendalian hama adalah usaha –usaha manusia untuk menekan populasi hama sampai dibawah ambang batas yang merugikan secara ekonomi. Pengendalian dapat dilakukan dengan pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), yaitu memilih suatu cara atau menggabungkan beberapa cara pengendalian, sehingga tidak merugikan secara ekonomis, biologi dan ekologi. Dengan tingkat kesadaran yang tinggi tentang lingkungan yang sehat dan pertnian yang berkelanjutan diperlikan cara pengendalian yang tepat.

Perangkap bubu termasuk kedalam komponen pengendalian fisik dan mekanik, yang merupakan teknik pengendalian yang palong kuno, dilakukan oleh manusia sejak manusia mengusahakan pertanian. Pengendalian fisik dan mekanik merupakan tindakan yang dilakukan dengan tujuan secara langsung dan tidak langsung, mematikan, mengganggu aktivitas dan merubah lingkungan sedemikian rupa sehingga lingkungan menjadi tidak sesuai bagi kehidupan hama. Pengendalian dengan perangkap bubu aman akan kesehatan manusia dan lingkungan karena tanpa menggunakan bahan kimia yang berbahaya.

Pengendalian hama dengan penghalang/pagar atau barier adalah berbagai ragam factor fisik yang dapat menghalangi atau membatasi pergerakan hyama sehingga tidak menjadi masalah bagi petani. Cara ini menekankan aspek pencegahan terhadap hama yang dating atau yang menyerang, macam penghalang seperti pematang yang tinggi, lobang atau selokan jebakan, parit berisi air, pagar terbuat dari seng, atau lembaran plastic yang dipasang keliling.

Pengendalian dengan perangkap terhadap hama adalah mengupayakan hama bisa masuk/ tertangkap dalam jebakan, sehingga tidak bisa keluar lagi. Macam perangkap bisa dengan zat-zat penarik dari tumbuhan / sintetik sepertieugenol yang dipasang pada aqua untuk menarikdan memangkap hama lalat buah, dengan lubang bubu untuk menangkap hama tikus.

Hama tikus memiliki kelebihan-kelebihan dibandingkan dengan hama yang lain-

Ø      Mempunyai mobilitas

Ø      Mempunyai kemampuan merusak yang besar dalam waktu relative singkat

Ø      Tidak mudah percaya pada benda-benda yang tidak bisa mereka kenal

Ø      Cerdik dalam menaggapi sesuatu.

Tikus merupakan binatang mengerat yang sering menimbulkan kerusakan baik dirumah, digudang diladang maupun disawah bahkan ada jenis tikus yang merusak pada tanaman di pohon. Berdasarkan habitat tempat hidupnya tikus dikelompokkan menjadi tiga yaitu :

Tikus sawah : ekor lebih panjang dari pada tubuh dan kepala, jumlah putting 12, warna bulu putih keabuan, habitat disawah /ditanggul-tanggul, telapak kaki 2 oasang terpisah satu pasang tidak pada telapak kaki depan.

Tikus rumah : ekor sama dengan tikus rumah, jumlah putting susu 10, warna putih kehitaman, habitat ruamg tertutup di gudang/rumah, telapak kaki 3 pasang berbantl terpisah.

Tikus pohon : hamper sama dengan tikus rumah, jumlah putting susu 10, warna putih keabuan, habitat dipohon/lading.

Pengendalian hama tikus dengan perangkap bubu.

Perangkap bubu merupakan satu cara pengendalian komponen fisik dan mekanis, tekni ini merupakan gabungan dari penghalang  Barier dan perangkap. Perangkap dibuat sedemikian rupa meniru bubu perngakap ikan, begitu tikus masuk makan tidak bisa keluar lagi.

Bahan

Kawat strimin (lubang 1 cm), kawat strimin (lubang 0,5 cm), kawat besar Diameter 3-4 mm, kawat kecil diameter 1 mm, plastic putih yang tembus cahaya 14 %, kayu reng ukuran 2×3 cm tinggi 1 meter.

Cara membuatnya

1.      Kawat besar 3-4 mm dibuat kerangka panjang 40 cm lebat dan tinggi 25 cm.

2.      Kawat Strimin lubang1 cm di bentuk kotak sesuai dengan kerangka no 1

3.      Strimin lubang 0,5 cmdibuat selongsong dengan ukuran disesuaikan dengan lubang pada liang tikus pada bagian ujung mengerucut panjang 25 cm

4.      Selongsong no 3 dipasang oada salah satu sisi yang ukuranya 25 cm dengan bagian ujung diposisikan pada tengah-tengah kotak strimin

5.      Semua pertemuan kawat kerangka dengan kawat strimin  diikat dengan kawat strimin diameter 1 mm

6.      Dibuat jendela pada salah satu sisi  untuk mengeluarkan tikus yang tertangkap.

 

Cara memasangnya

1.      Pemasangan pagar barier dari plastic degan menggunakan tiang dari kayu reng

2.      Bentangkan plastic gara hasilnya lebih tegak, maka dibuat lebar /tinggi 70 cm diatas tanah dan dibenamkan 25 cm jarak antara tiang 2 meter yang ditancapkan pada tanah

3.      Setelah plastic terpasang mengelilingi petakan , plastic tersebut diberi lubang yang disamakan dengan lubang selongsong  bubu dan dipilih tempat dimana tikusss sering lewat

4.      Bubu di pasag pada bentangan plastic  yang telah di lubangi jarak antar bubu 20 meter dan bubu diletakan pada bagian dalam pagar plastic

5.      Diharapkan tikus yang akan masuk kepetakan dapat tertangkap dan juga dipasang pada bagian luar diharapkan apabila tikus yang mau keluar bisa tertangklap pula.

 

Cara pengefektifkan perangkap bubu

1.      Perangkap bubu dipasang poada tempat dimana tikus sering lewat

2.      Dilakukan pengamatan setiap pagi hari

3.      Lakukan pengecekan dilahan karena perangkapbisa  bergeser

4.      Bahan pembuat perangkap harus dipilih bahan yang kuat

5.      Pemasangan perangkap harus seawall mungkin

6.      Dilaksanakan secara luas dan seimbang

7.      Dikombinasikan dengan pengendalian hama yang lain dalam rangka PHT.

Sumber

Serech, 2006. Majalah Kampus Cultivar Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Yogyakarta , yogyakarta

Suharno, 2005. Perlindungan Tanaman. Diktat STPP, jurluhtan, yogyakarta

 

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.