<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>PERTANIAN ORGANIK</title>
	<atom:link href="http://ahmadsarbini.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ahmadsarbini.wordpress.com</link>
	<description>Info pertanian disini aja tempatnya bareng Warga banten asli !!!!!</description>
	<lastBuildDate>Sat, 09 Feb 2008 04:39:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ahmadsarbini.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>PERTANIAN ORGANIK</title>
		<link>http://ahmadsarbini.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ahmadsarbini.wordpress.com/osd.xml" title="PERTANIAN ORGANIK" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ahmadsarbini.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>pembuatan susu kedelai</title>
		<link>http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/02/09/pembuatan-susu-kedelai/</link>
		<comments>http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/02/09/pembuatan-susu-kedelai/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Feb 2008 04:39:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadsarbini</dc:creator>
				<category><![CDATA[pertanian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/02/09/pembuatan-susu-kedelai/</guid>
		<description><![CDATA[PEMBUTAN SUSU KEDELA Oleh : Ahmas Sarbini 1. PENDAHULUAN Kacang-kacangan dan biji-bijian seperti kacang kedelai, kacang tanah, biji kecipir, koro, kelapa dan lain-lain merupakan bahan pangan sumber protein dan lemak nabati yang sangat penting peranannya dalam kehidupan. Asam amino yang terkandung dalam proteinnya tidak selengkap protein hewani, namun penambahan bahan lain seperti wijen, jagung atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsarbini.wordpress.com&amp;blog=2352594&amp;post=24&amp;subd=ahmadsarbini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;font-weight:bold;" align="center"><span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">PEMBUTAN SUSU KEDELA</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;font-weight:bold;" align="center">Oleh : Ahmas Sarbini</p>
<p><span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">1. PENDAHULUAN</span></p>
<p style="margin-left:0.38in;text-indent:0.38in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">Kacang-kacangan dan biji-bijian seperti kacang kedelai, kacang tanah, biji kecipir, koro, kelapa dan lain-lain merupakan bahan pangan sumber protein dan lemak nabati yang sangat penting peranannya dalam kehidupan. Asam amino yang terkandung dalam proteinnya tidak selengkap protein hewani, namun penambahan bahan lain seperti wijen, jagung atau menir adalah sangat baik untuk menjaga keseimbangan asam amino tersebut. Kacang-kacangan dan umbi-umbian cepat sekali terkena jamur (aflatoksin) sehingga mudah menjadi layu dan busuk. Untuk mengatasi masalah ini, bahan tersebut perlu diawetkan. Hasil olahannya dapat berupa makanan seperti keripik, tahu dan tempe, serta minuman seperti bubuk dan susu kedelai. Kedelai mengandung protein 35 % bahkan pada varitas unggul kadar proteinnya dapat mencapai 40 % &#8211; 43 %. Dibandingkan dengan beras, jagung, tepung singkong, kacang hijau, daging, ikan segar, dan telur ayam, kedelai mempunyai kandungan protein yang lebih tinggi, hampir menyamai kadar protein susu skim kering.</span></p>
<p style="margin-left:0.38in;text-indent:0.38in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">Bila seseorang tidak boleh atau tidak dapat makan daging atau sumber protein hewani lainnya, kebutuhan protein sebesar 55 gram per hari dapat dipenuhi dengan makanan yang berasal dari 157,14 gram kedelai. Kedelai dapat diolah menjadi: tempe, keripik tempe, tahu, kecap, susu, dan lain-lainnya. Proses pengolahan kedelai menjadi berbagai makanan pada umumnya merupakan proses yang sederhana, dan peralatan yang digunakan cukup dengan alat-alat yang biasa dipakai di rumah tangga, kecuali mesin pengupas, penggiling, dan cetakan. Susu kedelai merupakan minuman yang bergizi tinggi, terutama karena kandungan proteinnya. </span></p>
<p style="margin-left:0.38in;text-indent:0.38in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">Kedelai merupakan bahan makanan yang penting sebagai sumber protein nabati yang di konsumsi secara langsung. Laju pertanmabahan akan kebutuhan susu deleai sejalan dengan laju pertambahan pendduduk yang di tunjang oleh kemajuan teknologi sehingga kedelai meruypakan salah satu bahan industri untuk pemenuhan akan kebutuhan pangan ternak dan lainnya. Pemanfaatan teknologi tepay guna sebagai alternatif pilihan bagi petani dan masyarakat untuk meningkatkan nilai produksi pertanian sanagt du butuhkan pada saat ini.</span></p>
<p style="margin-left:0.38in;text-indent:0.38in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">Susu kedelai dapat dibuat dengan teknologi dan peralatan yang sederhana, serta tidak memerlukan keterampilan khusus. Penggunaan air sumur dapat menghasilkan susu kedelai dengan rasa yang lebih enak. Untuk memperoleh susu kedelai yang baik, kiita perlu menggunakan kedelai yang berkualitas baik. Dari 1 kg kedelai dapat dihasilkan 10 ltr susu kedelai.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">2. ALAT  DAN BAHAN</span></p>
<p style="text-indent:0.25in;margin-bottom:0;line-height:150%;"> <span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">1. BAHAN</span></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">1) Kedelai     2) Air panas     </span></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">3) Air dingin utk perendaman  4). liter</span></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">4) Gula pasir     5) Panili     </span></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">6) Coklat     7) Garam     </span></p>
<p style="text-indent:0.25in;margin-bottom:0;line-height:150%;"> <span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">2. ALAT</span></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">1) Panci</span></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">2) Penggiling batu</span></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">3) Kain Saring atau kain blacu</span></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">4) Tungku atau kompor</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">4. LANGKAH  KERJA</span></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">1)  Bersihkan kedelai dari segala kotoran, kemudian cuci;</span></p>
<p style="margin-left:1in;text-indent:-0.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;"> <span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">2)  Rebus kedelai yang telah bersih selama kira-kira 15 menit, lalu rendam dalam air bersih selama kira-kira 12 jam;</span></p>
<p style="margin-left:1in;text-indent:-0.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;"> <span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">3)  Cuci sampai kulit arinya terkelupas. Hancurkan dengan penggiling dari  batu;</span></p>
<p style="margin-left:1in;text-indent:-0.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;"> <span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">4)  Campur kedelai yang sudah halus dengan air panas. Aduk-aduk campuran sampai rata;</span></p>
<p style="margin-left:1in;text-indent:-0.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;"> <span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">5)       Saring campuran dengan kain saring, sehingga diperoleh larutan susu kedelai;</span></p>
<p style="margin-left:1in;text-indent:-0.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;"> <span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">6)  Tambakan gula pasir, panili, coklat, dan garam ke dalam larutan susu, lalu aduk sampai rata dan panaskan hingga mendidih.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:ArialMT,sans-serif;"><br />
4. HASIL  PENGAMATAN</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">    warna susu kedelai putih kekuningan<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">    rasa manis<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">    bentuk cair</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">    aroma kedelai</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">    tekstur lembut<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:ArialMT,sans-serif;"> </span></p>
<p style="margin-left:0.38in;text-indent:0.38in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span dir="ltr" style="border:medium none;background:#ffffff none repeat scroll 0 50%;position:absolute;top:1787px;left:31px;width:5.96in;height:0.15in;padding:0;"></span><span style="font-family:ArialMT,sans-serif;"><br />
</span></p>
<p style="margin-left:0.38in;text-indent:0.38in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">Setelah melakukan praktek pembuatan susu kedelei maka hasil di dapatkan selain menghasilkan rasa susu manis juga protein yang terkandung di dalamnya sangat tinggi</span></p>
<p style="margin-left:0.38in;text-indent:0.38in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">Dengan penambahan coklat dan vanili dapat membuat aroma susu kedelai lebih sedap dengan susu keselai biasa tampa penambahan vanili coklat.</span></p>
<p style="margin-left:0.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">&nbsp;</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">PEMBAHASAN  </span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:0.38in;text-indent:0.38in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">Menurut fardias (1992) menyatakan bahwa fermentasi adalah proses pemecahan karbohidrat dan asam amino secara anaaerobic (tampa memerlukan oksigen). Pemecahan karbohidrat dari glukosa dan pelepasan paling sedikit dau pasang atom hydrogen menghasilkan senyawa karbon lainnya yang lebih teroksidasi dari pada glukosa.</span></p>
<p style="margin-left:0.38in;text-indent:0.38in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">Senayawa yang teroksidasi dalam tahap pertama membentuk senyawa sebagai hasil fermentasi reaksi teroksidasi tidak dapat belangsung tampa reaksi reduksi yang seimbang. Oleh karena itu jumlah atomhidrogen yang di lepas dalam tahap pertama fermentasi selalu seimbanang dengan jumlah yang digunakan dalam taha kedua.</span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">KESIMPULAN</span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:0.38in;text-indent:0.38in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">Pasa dasarnya dalam pembuatan susu kedelai di lakukan dengan melalui proses fermentasi Susu kedelai dapat dibuat dengan teknologi dan peralatan yang sederhana, serta tidak memerlukan keterampilan khusus. Penggunaan air sumur dapat menghasilkan susu kedelai dengan rasa yang lebih enak. Untuk memperoleh susu kedelai yang baik, kiita perlu menggunakan kedelai yang berkualitas baik. Dari 1 kg kedelai dapat dihasilkan 10 ltr susu kedelai.</span></p>
<p style="margin-left:0.25in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">DAFTAR PUSTAKA</span></p>
<p style="margin-left:0.38in;text-indent:0.38in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"> <span style="font-family:ArialMT,sans-serif;">Petunjuk Praktikum pengolahan hasil pertanian  Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Jurusan Penyuluhan Pertanian Di Yogyakarta.</span></p>
<p style="text-indent:0.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ahmadsarbini.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ahmadsarbini.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadsarbini.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadsarbini.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadsarbini.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadsarbini.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahmadsarbini.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahmadsarbini.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahmadsarbini.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahmadsarbini.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadsarbini.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadsarbini.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadsarbini.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadsarbini.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadsarbini.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadsarbini.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsarbini.wordpress.com&amp;blog=2352594&amp;post=24&amp;subd=ahmadsarbini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/02/09/pembuatan-susu-kedelai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/462b927a8ef272277b0b35063e30130a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahmadsarbini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>proposal kegiatan agro ekosistim</title>
		<link>http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/02/02/proposal-kegiatan-agro-ekosistim/</link>
		<comments>http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/02/02/proposal-kegiatan-agro-ekosistim/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Feb 2008 04:57:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadsarbini</dc:creator>
				<category><![CDATA[penelitian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/02/02/proposal-kegiatan-agro-ekosistim/</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsarbini.wordpress.com&amp;blog=2352594&amp;post=23&amp;subd=ahmadsarbini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsarbini.wordpress.com&amp;blog=2352594&amp;post=23&amp;subd=ahmadsarbini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/02/02/proposal-kegiatan-agro-ekosistim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/462b927a8ef272277b0b35063e30130a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahmadsarbini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengendalian Hama Terpadu</title>
		<link>http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/02/02/pengendalian-hama-terpadu/</link>
		<comments>http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/02/02/pengendalian-hama-terpadu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Feb 2008 04:45:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadsarbini</dc:creator>
				<category><![CDATA[pertanian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsarbini.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Pengendalian Tikus Sawah (Ratus-ratus argentiiventuer) Dengan Perangkap Bubu Oleh Ahmad Sarbini   Pendahuluan Dalam proses budi daya pertanian tidak terlepas dari apa yang namanya Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), kerugian akibat serangan hama bisa mencapai 37 %, penyakit 35 %, gulma 29 %, dan bahkan akibat yang di timbulkan oleh serangan hama tikus bisa menyebabkan gagal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsarbini.wordpress.com&amp;blog=2352594&amp;post=22&amp;subd=ahmadsarbini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><b>Pengendalian Tikus Sawah</b> (<i>Ratus-ratus argentiiventuer</i>)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><b>Dengan Perangkap Bubu</b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">Oleh Ahmad Sarbini</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><b>Pendahuluan </b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Dalam proses budi daya pertanian tidak terlepas dari apa yang namanya Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), kerugian akibat serangan hama bisa mencapai 37 %, penyakit 35 %, gulma 29 %, dan bahkan akibat yang di timbulkan oleh serangan hama tikus bisa menyebabkan gagal panen (puso).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Pengendalian OPT bertujuan untuk mempertahankan produksi pertanian agar produksi tetap optimal, pengendalian hama adalah usaha –usaha manusia untuk menekan populasi hama sampai dibawah ambang batas yang merugikan secara ekonomi. Pengendalian dapat dilakukan dengan pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), yaitu memilih suatu cara atau menggabungkan beberapa cara pengendalian, sehingga tidak merugikan secara ekonomis, biologi dan ekologi. Dengan tingkat kesadaran yang tinggi tentang lingkungan yang sehat dan pertnian yang berkelanjutan diperlikan cara pengendalian yang tepat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Perangkap bubu termasuk kedalam komponen pengendalian fisik dan mekanik, yang merupakan teknik pengendalian yang palong kuno, dilakukan oleh manusia sejak manusia mengusahakan pertanian. Pengendalian fisik dan mekanik merupakan tindakan yang dilakukan dengan tujuan secara langsung dan tidak langsung, mematikan, mengganggu aktivitas dan merubah lingkungan sedemikian rupa sehingga lingkungan menjadi tidak sesuai bagi kehidupan hama. Pengendalian dengan perangkap bubu aman akan kesehatan manusia dan lingkungan karena tanpa menggunakan bahan kimia yang berbahaya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Pengendalian hama dengan penghalang/pagar atau barier adalah berbagai ragam factor fisik yang dapat menghalangi atau membatasi pergerakan hyama sehingga tidak menjadi masalah bagi petani. Cara ini menekankan aspek pencegahan terhadap hama yang dating atau yang menyerang, macam penghalang seperti pematang yang tinggi, lobang atau selokan jebakan, parit berisi air, pagar terbuat dari seng, atau lembaran plastic yang dipasang keliling.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Pengendalian dengan perangkap terhadap hama adalah mengupayakan hama bisa masuk/ tertangkap dalam jebakan, sehingga tidak bisa keluar lagi. Macam perangkap bisa dengan zat-zat penarik dari tumbuhan / sintetik sepertieugenol yang dipasang pada aqua untuk menarikdan memangkap hama lalat buah, dengan lubang bubu untuk menangkap hama tikus.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Hama tikus memiliki kelebihan-kelebihan dibandingkan dengan hama yang lain-</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]-->Mempunyai mobilitas</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]-->Mempunyai kemampuan merusak yang besar dalam waktu relative singkat</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]-->Tidak mudah percaya pada benda-benda yang tidak bisa mereka kenal</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Wingdings;"><span>Ø<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]-->Cerdik dalam menaggapi sesuatu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Tikus merupakan binatang mengerat yang sering menimbulkan kerusakan baik dirumah, digudang diladang maupun disawah bahkan ada jenis tikus yang merusak pada tanaman di pohon. Berdasarkan habitat tempat hidupnya tikus dikelompokkan menjadi tiga yaitu :</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><b>Tikus sawah</b> : ekor lebih panjang dari pada tubuh dan kepala, jumlah putting 12, warna bulu putih keabuan, habitat disawah /ditanggul-tanggul, telapak kaki 2 oasang terpisah satu pasang tidak pada telapak kaki depan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><b>Tikus rumah</b> : ekor sama dengan tikus rumah, jumlah putting susu 10, warna putih kehitaman, habitat ruamg tertutup di gudang/rumah, telapak kaki 3 pasang berbantl terpisah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><b>Tikus pohon</b> : hamper sama dengan tikus rumah, jumlah putting susu 10, warna putih keabuan, habitat dipohon/lading.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Pengendalian hama tikus dengan perangkap bubu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Perangkap bubu merupakan satu cara pengendalian komponen fisik dan mekanis, tekni ini merupakan gabungan dari penghalang<span>  </span>Barier dan perangkap. Perangkap dibuat sedemikian rupa meniru bubu perngakap ikan, begitu tikus masuk makan tidak bisa keluar lagi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Bahan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Kawat strimin (lubang 1 cm), kawat strimin (lubang 0,5 cm), kawat besar Diameter 3-4 mm, kawat kecil diameter 1 mm, plastic putih yang tembus cahaya 14 %, kayu reng ukuran 2&#215;3 cm tinggi 1 meter.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><b>Cara membuatnya </b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><!--[endif]-->Kawat besar 3-4 mm dibuat kerangka panjang 40 cm lebat dan tinggi 25 cm.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><!--[endif]-->Kawat Strimin lubang1 cm di bentuk kotak sesuai dengan kerangka no 1</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><!--[endif]-->Strimin lubang 0,5 cmdibuat selongsong dengan ukuran disesuaikan dengan lubang pada liang tikus pada bagian ujung mengerucut panjang 25 cm</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>4.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><!--[endif]-->Selongsong no 3 dipasang oada salah satu sisi yang ukuranya 25 cm dengan bagian ujung diposisikan pada tengah-tengah kotak strimin</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>5.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><!--[endif]-->Semua pertemuan kawat kerangka dengan kawat strimin<span>  </span>diikat dengan kawat strimin diameter 1 mm</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>6.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><!--[endif]-->Dibuat jendela pada salah satu sisi<span>  </span>untuk mengeluarkan tikus yang tertangkap.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><b>Cara memasangnya </b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><!--[endif]-->Pemasangan pagar barier dari plastic degan menggunakan tiang dari kayu reng</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><!--[endif]-->Bentangkan plastic gara hasilnya lebih tegak, maka dibuat lebar /tinggi 70 cm diatas tanah dan dibenamkan 25 cm jarak antara tiang 2 meter yang ditancapkan pada tanah</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><!--[endif]-->Setelah plastic terpasang mengelilingi petakan , plastic tersebut diberi lubang yang disamakan dengan lubang selongsong<span>  </span>bubu dan dipilih tempat dimana tikusss sering lewat</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>4.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><!--[endif]-->Bubu di pasag pada bentangan plastic<span>  </span>yang telah di lubangi jarak antar bubu 20 meter dan bubu diletakan pada bagian dalam pagar plastic</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>5.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><!--[endif]-->Diharapkan tikus yang akan masuk kepetakan dapat tertangkap dan juga dipasang pada bagian luar diharapkan apabila tikus yang mau keluar bisa tertangklap pula.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><b>Cara pengefektifkan perangkap bubu</b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><!--[endif]-->Perangkap bubu dipasang poada tempat dimana tikus sering lewat</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><!--[endif]-->Dilakukan pengamatan setiap pagi hari</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><!--[endif]-->Lakukan pengecekan dilahan karena perangkapbisa<span>  </span>bergeser</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>4.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><!--[endif]-->Bahan pembuat perangkap harus dipilih bahan yang kuat</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>5.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><!--[endif]-->Pemasangan perangkap harus seawall mungkin</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>6.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><!--[endif]-->Dilaksanakan secara luas dan seimbang</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span>7.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span><!--[endif]-->Dikombinasikan dengan pengendalian hama yang lain dalam rangka PHT.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><b>Sumber </b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-align:justify;text-indent:-81pt;line-height:150%;">Serech, 2006. <i>Majalah Kampus Cultivar Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Yogyakarta</i> , yogyakarta</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Suharno, 2005. Perlindungan Tanaman. Diktat STPP, jurluhtan, yogyakarta</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ahmadsarbini.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ahmadsarbini.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadsarbini.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadsarbini.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadsarbini.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadsarbini.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahmadsarbini.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahmadsarbini.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahmadsarbini.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahmadsarbini.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadsarbini.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadsarbini.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadsarbini.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadsarbini.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadsarbini.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadsarbini.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsarbini.wordpress.com&amp;blog=2352594&amp;post=22&amp;subd=ahmadsarbini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/02/02/pengendalian-hama-terpadu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/462b927a8ef272277b0b35063e30130a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahmadsarbini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buku Tamu</title>
		<link>http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/01/21/buku-tamu/</link>
		<comments>http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/01/21/buku-tamu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jan 2008 05:07:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadsarbini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/01/21/buku-tamu/</guid>
		<description><![CDATA[View shoutbox Free shoutbox @ ShoutMix<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsarbini.wordpress.com&amp;blog=2352594&amp;post=21&amp;subd=ahmadsarbini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- Begin ShoutMix - http://www.shoutmix.com --></p>
<p><a href="http://www.shoutmix.com/?ahmadsarbini">View shoutbox</a><br />
</iframe><br />
<br /><a href="http://www.shoutmix.com" title="Get your own free shoutbox at ShoutMix!">Free shoutbox @ ShoutMix</a><br />
<!-- End ShoutMix --></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ahmadsarbini.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ahmadsarbini.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadsarbini.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadsarbini.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadsarbini.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadsarbini.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahmadsarbini.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahmadsarbini.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahmadsarbini.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahmadsarbini.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadsarbini.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadsarbini.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadsarbini.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadsarbini.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadsarbini.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadsarbini.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsarbini.wordpress.com&amp;blog=2352594&amp;post=21&amp;subd=ahmadsarbini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/01/21/buku-tamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/462b927a8ef272277b0b35063e30130a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahmadsarbini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>penelitian</title>
		<link>http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/01/16/penelitian/</link>
		<comments>http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/01/16/penelitian/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jan 2008 05:02:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadsarbini</dc:creator>
				<category><![CDATA[penelitian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/01/16/proposal-identifikasi/</guid>
		<description><![CDATA[Kegiatan penelitian selain bertujuan untuk pengembangan dan penemuan ilmu pengetahuan, juga sebagai kegiatan untuk meningkatkan mutu keilmuan civitas akademika pertanian Penelitian yang diadakan dapat dikatakan terdiri atas: penelitian dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dalam bidang pertanian di sekolah tinggi penyuluhan pertanian dilakukan oleh tenaga pengajar secara mandiri maupun secara kelompok serta melibatkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsarbini.wordpress.com&amp;blog=2352594&amp;post=11&amp;subd=ahmadsarbini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kegiatan penelitian selain bertujuan untuk pengembangan dan                      penemuan ilmu pengetahuan, juga sebagai kegiatan untuk meningkatkan                      mutu keilmuan civitas akademika pertanian Penelitian yang diadakan dapat dikatakan terdiri atas:                        penelitian dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan dan                        teknologi khususnya dalam bidang pertanian di sekolah tinggi penyuluhan pertanian dilakukan                        oleh tenaga pengajar secara mandiri maupun secara kelompok                        serta melibatkan mahasiswa/i.</p>
<p>Kegiatan                        lain yang berkaitan dengan penelitian adalah seminar, lokakarya                        dan diskusi. Kegiatan semacam ini diselengarakan untuk mengkaji                        berbagai masalah yang pada umumnya meliputi : masalah internasional,                        fenomena ekonomi, masalah hukum, teknologi, politik, sosial                        dan budaya.</p>
<p>Sekolah Tinggi penyuluhan pertanian                         juga memiliki lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat                        atau disingkat UPPM</p>
<p>Selain lembaga Penelitian yang dikemukakan diatas, Universitas,                        Sekolah Tinggi  Penyuluhan pertanian  memiliki jurnal yang berjudul CULTIVAR, dalam jurnal ini                        terdapat artikel ilmiah bermutu yang ditulis baik oleh lingkungan                        internal STPP maupun para pakar dari luar lingkungan                        Universitas lain</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ahmadsarbini.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ahmadsarbini.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadsarbini.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadsarbini.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadsarbini.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadsarbini.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahmadsarbini.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahmadsarbini.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahmadsarbini.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahmadsarbini.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadsarbini.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadsarbini.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadsarbini.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadsarbini.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadsarbini.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadsarbini.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsarbini.wordpress.com&amp;blog=2352594&amp;post=11&amp;subd=ahmadsarbini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/01/16/penelitian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/462b927a8ef272277b0b35063e30130a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahmadsarbini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/01/10/kebudayaan/</link>
		<comments>http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/01/10/kebudayaan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jan 2008 05:10:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadsarbini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/01/10/kebudayaan/</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsarbini.wordpress.com&amp;blog=2352594&amp;post=10&amp;subd=ahmadsarbini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsarbini.wordpress.com&amp;blog=2352594&amp;post=10&amp;subd=ahmadsarbini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/01/10/kebudayaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/462b927a8ef272277b0b35063e30130a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahmadsarbini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NELAYAN</title>
		<link>http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/01/10/nelayan/</link>
		<comments>http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/01/10/nelayan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jan 2008 05:01:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadsarbini</dc:creator>
				<category><![CDATA[pertanian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/01/10/nelayan/</guid>
		<description><![CDATA[MASYARAKAT NELAYAN DAN WISATA PANTAI ABSTRAK Dalam kesehariannya para nelayan Ngrenehan, Saptosari, masih belum sepenuhnya melepaskan diri dari sektor pertanian, terutama pada masa paceklik ikan. Para nelayan juga belum bebas dari hubungan yang tidak seimbang dengan juragan/tengkulak. Adapun berkaitan dengan kegiatan pariwisata (wisata pantai), masyarakat nelayan secara umum menilai bahwa selama ini belum ada rencana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsarbini.wordpress.com&amp;blog=2352594&amp;post=9&amp;subd=ahmadsarbini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MASYARAKAT NELAYAN DAN WISATA PANTAI<br />
ABSTRAK<br />
Dalam kesehariannya para nelayan Ngrenehan, Saptosari,<br />
masih belum sepenuhnya melepaskan diri dari sektor<br />
pertanian, terutama pada masa paceklik ikan. Para nelayan<br />
juga belum bebas dari hubungan yang tidak seimbang dengan<br />
juragan/tengkulak. Adapun berkaitan dengan kegiatan<br />
pariwisata (wisata pantai), masyarakat nelayan secara umum<br />
menilai bahwa selama ini belum ada rencana pengembangan<br />
yang jelas, termasuk bagaimana peran masyarakat dalam<br />
pengembangan tersebut sehingga menghambat masyarakat<br />
untuk turut aktif mengembangkan kawasan wisata pantai ini.<br />
Persoalan itu masih ditambah pula dengan masih terbatasnya<br />
prasarana pendukung sebagai daerah wisata.<br />
PENDAHULUAN<br />
Belakangan ini wisata bahari banyak ditonjolkan oleh pemerintahperintah<br />
kabupaten/kota di Indonesia. Hal ini dapat dimengerti karena<br />
memang banyak wilayah Dati II yang memiliki pesisir. Potensi devisa dari<br />
wisata bahari diperkirakan juga sangat besar. 1 Wisata bahari pada<br />
hakekatnya adalah mengembangkan dan memanfaatkan obyek serta daya<br />
1 Soekarno dari LIPI menyebutkan bahwa apabila kondisi sosial politik Indonesia<br />
berada dalam keadaan aman, jumlah wisatawan yang akan melakukan wisata bahari<br />
diproyeksikan sekitar 5,1 juta orang/tahun. Jumlah pengeluaran sekitar US$ 5 milyar dengan<br />
asumsi mereka menginap selama 10 hari dengan pengeluaran US$ 958/hari. Lihat, Soekarno,<br />
2001, Potensi Terumbu Karang Bagi Pembangunan Daerah Berbasis Kelautan, Disampaikan<br />
pada Forum URDI tanggal 18 April 2001 (http://urdi.org/urdi/bulletin/volume-11b.php)<br />
1<br />
tarik wisata bahari di kawasan pesisir dan lautan Indonesia, berupa kekayaan<br />
alam yang indah, keragaman flora dan fauna. 2<br />
Dengan potensi yang demikian besar, agar pengembangan pariwisata,<br />
termasuk wisata bahari, memberikan manfaat bagi pembangunan maka<br />
dalam pelaksanaannya dibutuhkan strategi yang terencana dan sistematis<br />
bagi masyarakat lokal. Keterlibatan atau partisipasi masyarakat lokal menjadi<br />
penting pula termasuk dalam kaitannya dengan upaya keberlanjutan<br />
pariwisata itu sendiri dalam hal perlindungan terhadap lingkungan maupun<br />
manfaatnya bagi kesejahteraan masyarakat. Hal ini penting agar upaya<br />
pengembangan pariwisata tidak hanya demi meningkatkan penerimaan<br />
daerah tetapi juga betul-betul memberikan manfaat bagi masyarakat terutam<br />
yang berada di daerah obyek wisata yang bersangkutan. Bila daerah obyek<br />
wisata bahari itu adalah juga tempat nelayan beraktivitas, maka<br />
pengembangan wisatanya juga memberikan manfaat bagi masyarakat<br />
nelayan. Jangan sampai para nelayan, yang secara umum masih mengalami<br />
kemiskinan dan ketertinggalan 3 itu justru tersingkir karena berkembangnya<br />
pariwisata.<br />
Artikel singkat ini membahas persoalan pengembangan wisata bahari,<br />
khususnya pantai di Pantai Ngrenehan, salah satu pantai di Gunungkidul. 4.<br />
Dua hal disampaikan di sini, pertama adalah dinamika pekerjaan nelayan dan<br />
kedua adalah respon masyarakat nelayan terhadap wisata pantai. Kedua hal<br />
ini diangkat karena keduanya saling terkait dalam pengembangan wisata<br />
pantai ataupun ekowisata. Sebagaimana diketahui, ekowisata sangat<br />
menekankan pentingnya masyarakat lokal baik dari sisi peran mereka<br />
maupun dari sisi penerima dampak dan manfaat wisata.<br />
Pantai Ngrenehan sendiri adalah pantai berupa teluk yang dikelilingi,<br />
atau tepatnya diapit, perbukitan kapur ini berjarak sekitar 30 kilometer ke<br />
arah Selatan dari kota Wonosari (ibukota Kabupaten Gunungkidul) atau<br />
sekitar lima kilometer ke arah selatan dari pusat Desa Kanigoro.5 Di teluk<br />
inilah terdapat pantai berpasir putih dimana para nelayan biasa mendaratkan<br />
dan memarkir perahu-perahu mereka. Selain itu, berkaitan dengan hasil ikan<br />
2 Syah, K. 2003. “Paradigma Baru Pariwisata Bahari”. Sinar Harapan 3 Juli 2003.<br />
3 Karim, M. 2003. “Problem Ekonomi-Politik Kemiskinan Nelayan”. Sinar Harapan, 20<br />
Agustus 2003.<br />
4 Pengumpulan data dengan wawancara mendalam dilakukan oleh asisten penelitian<br />
mulai akhir Desember 2004-Februari 2005 dengan metode snow-ball.<br />
5 Ngrenehan berasal dari kata “rene” dalam bahasa Jawa, yang berarti “kemarilah”.<br />
Kata awalan Ng dan kata akhiran han menunjukkan kata tempat, sehingga jika digabungkan<br />
menjadi ngrenehan, artinya &#8220;kemarilah ke sini&#8221;. (Lihat, Nurzaman, R. 2002. “Pariwisata<br />
Gunungkidul Pantai Ngrenehan dan Tradisi “Labuhan” ”. Kompas, 23 September 2002).<br />
2<br />
yang ditangkap, juga terdapat warung-warung yang bersedia mengolah<br />
langsung hasil tangkapan para nelayan tersebut sehingga para pengunjung<br />
dapat menikmati hasil laut yang masih segar. Setiap tahun di pantai ini<br />
dilakukan Upacara Labuhan atau upacara sedekah laut sebagai ungkapan<br />
terima kasih masyarakat di sana kepada Penguasa Laut Selatan. Acara<br />
Labuhan ini berlangsung setiap tanggal 1 Suro (1 Muharam).<br />
DINAMIKA PEKERJAAN NELAYAN<br />
Pekerjaan sebagai nelayan merupakan pekerjaan yang relatif baru bagi<br />
penduduk Ngrenehan. Pekerjaan “tradisional” bagi penduduk di sini tidak<br />
lain adalah sebagai petani dan sebagian besar penduduknya memang masih<br />
bermata pencaharian sebagai petani. Mereka yang menjadi nelayan pun masih<br />
belum sepenuhnya melepaskan diri dari aktivitas bertani. Oleh karena itu<br />
kemudian ada istilah “tani nelayan” untuk mereka yang telah menjadi<br />
nelayan namun masih juga mengolah lahan pertaniannya, termasuk juga<br />
memelihara ternak, manakala tidak sedang melaut.<br />
Adanya “tani nelayan” tersebut, selain karena sejarah kebaharian<br />
mereka yang relatif masih baru juga karena masih terbatasnya sarana dan<br />
prasarana penangkapan ikan, yang berkaitan dengan itu juga karena masa<br />
panen ikan yang tidak berlangsung sepanjang tahun.6 Masa panen ikan<br />
biasanya berlangsung dari bulan November sampai Maret sedangkan<br />
paceklik ikan sangat dirasakan antara Juni sampai Agustus. Pada musim<br />
paceklik, tidak sedikit nelayan yang kembali menggeluti aktivitas bertani<br />
sambil memelihara ternak, kendati hasilnya lebih sedikit daripada melaut.<br />
Bagi mereka, yang penting adalah dapat menghasilkan uang untuk<br />
kebutuhan hidup sehingga bila perlu juga dengan menjadi buruh di kota.<br />
Menurut perkiraan seorang pemilik kapal yang bukan asli kelahiran<br />
daerah Ngrenehan, dari seluruh nelayan di Ngrenehan yang sebagian besar<br />
berasal dari desa Kanigoro, hanya sekitar 20 persen saja yang nelayan tulen<br />
yakni dapat ikan atau tidak dapat ikan mereka tetap melaut, berangkat<br />
tengah malam, pulang sore esok harinya sejauh masih tersedia bahan bakar. 7<br />
6 Penangkapan ikan di Propinsi DIY baru dimulai pada pertengahan tahun 1980-an<br />
dengan salah satu tonggak sejarahnya adalah pembangunan pelabuhan pendaratan ikan di<br />
Sadeng tahun 1991 (Kompas, 28 Mei 2003).<br />
7 Nelayan Ngrenehan memang lebih banyak penduduk lokal (Dusun Kanigoro), atau<br />
setidaknya telah menjadi penduduk di sini terutama melalui proses perkawinan. Hal ini<br />
rupanya tidak lepas dari berlakunya ketentuan informal yang melarang nelayan dari daerah<br />
lain untuk berlama-lama di Ngrenehan. Ada tujuan agar nelayan-nelayan asli Ngrenehan<br />
3<br />
Sedangkan seorang tani-nelayan apabila pergi melaut namun setelah sekian<br />
waktu tidak ada ikan maka mereka akan segera mendarat atau dapat saja<br />
nelayan seperti ini memilih tidak melaut sama sekali. Nelayan demikian<br />
kadang dikatakan sebagai nelayan yang tidak tangguh.<br />
Kendati masih banyak nelayan yang masuk ketegori nelayan tidak<br />
tangguh, namun bukan berarti mereka tidak menghasilkan apa-apa.<br />
Persoalannya adalah apakah kerja mereka sebagai nelayan memang<br />
memberikan peningkatan kesejahteraan bagi keluarganya. Dibandingkan<br />
dengan pekerjaan sebagai petani di lahan yang cenderung tandus, hasil dari<br />
melaut memang relatif lebih tinggi dibandingkan hasil dari bertani.<br />
Dalam konteks itulah maka keberadaan juragan menjadi signifikan<br />
dalam membatasi kesejahteraan para nelayan. Menurut pengurus Kelompok<br />
Nelayan, di sini terdapat 30 juragan, di luar nelayan pemilik kapal. Untuk<br />
menangkap ikan di laut tentu dibutuhkan kapal atau perahu berikut<br />
peralatannya. Pengadaan kapal yang siap melaut dibutuhkan dana yang tidak<br />
sedikit, sekitar Rp 35 juta. Angka ini sangat besar bagi para nelayan<br />
sehinggga mereka yang memiliki modal kuat saja yang sanggup untuk<br />
membeli kapal sehingga hadirlah para juragan, berikut “hubungan kerja”-nya<br />
dengan para nelayan yang semata-mata hanya menjadi buruh.<br />
Dengan demikian yang memperoleh keuntungan paling besar dalam<br />
kegiatan penangkapan ikan, terlebih pada masa panen ikan, adalah para<br />
juragan pemilik kapal melalui skema yang disebut sebagai bagi hasil. Secara<br />
umum, pola bagi hasil yang diterapkan pemilik kapal adalah 50:50, yakni<br />
separuh hasil tangkapan untuk pemilik kapal dan separuhnya lagi untuk<br />
seluruh nelayan yang mengoperasikan kapal, setelah dikurangi biaya<br />
kebutuhan melaut (bahan bakar, makan, maupun rokok).8 Bisa dibayangkan<br />
berapa banyak perolehan juragan besar pemilik kapal kalau pada masa panen<br />
ikan kapal miliknya melaut setiap hari. Seorang nelayan yang memiliki satu<br />
kapal saja dan ikut melaut, pada musim panen ikan bisa memperoleh antara<br />
satu sampai dua juta rupiah per hari.<br />
Dalam kaitan itulah kegelisahan beberapa pihak setempat atas sepak<br />
terjang para juragan, tidak terkecuali juragan besar dari luar daerah, berikut<br />
pedagang ikan, tidak terhindarkan. Hubungan nelayan-juragan yang tidak<br />
seimbang tersebut sampai menimbulkan pendapat bahwa keringat nelayanlah<br />
yang membuat para juragan menjadi sejahtera dan makmur. Sebagian nelayan<br />
dapat lebih menikmati hasil kerja mereka. Selain itu, ketentuan informal ini juga untuk<br />
mengatasi terbatasnya area parkir kapal penangkap ikan.<br />
8 Pola bagi hasil 50:50 ini tampak tidak berbeda dengan yang berlaku di tempat lain.<br />
Di Muncar Banyuwangi misalnya berlaku pola yang sama (Kompas, 13 November 2003).<br />
4<br />
mungkin tidak terlalu mempedulikan praktik ambil untung yang dilakukan<br />
oleh para juragan besar. Hal ini mungkin pula karena cara yang digunakan<br />
oleh para juragan untuk “menjerat” para nelayan tidak begitu terasa. Para<br />
juragan cukup pintar untuk memainkan taktik-taktik mereka untuk mengatasi<br />
para nelayan.9<br />
Sementara itu, harga ikan juga sering dipermainkan oleh juragan,<br />
penentuan harga berlangsung di bawah tangan, bukan melalui proses lelang<br />
secara benar di TPI. Ketua nelayan dalam satu kapal (tekong) akan menjual<br />
ikan hasil tangkapan ke tengkulak tertentu saja dengan harga yang ditentukan<br />
tengkulak yang bersangkutan.10 Para nelayan yang mempunyai kapal, kendati<br />
masih bisa melakukan tawar-menawar, rupanya masih tetap kalah dalam<br />
berhadapan dengan para tengkulak ikan yang dalam melakukan<br />
pengumpulan ikan dapat juga “melalui” pedagang ikan bermodal kecil yang<br />
masuk dalam “jaringan kerja” para juragan.11<br />
Dalam kondisi seperti itu pihak tengkulak memang dapat menjadi<br />
“raja” dalam jaringan perdagangan ikan. Maka bila dilihat piramida sosialekonominya,<br />
dengan meminjam pendekatan yang digunakan Aditjondro<br />
pada kasus Papua Barat 12, para nelayan Ngrenehan yang tidak memiliki<br />
kapal berada di lapisan paling bawah. Pada bagian berikutnya adalah nelayan<br />
pemilik kapal dan sebagian bakul ikan kecil-kecilan yang selepas kegiatan di<br />
daerah pantai juga tidak sedikit yang kembali bertani. Dalam lapisan ini juga<br />
termasuk pada pedagang atau pemilik warung kecil yang melayani<br />
pengunjung. Pada bagian teratas tidak lain adalah tengkulak ikan atau<br />
juragan besar yang bukan penduduk lokal.<br />
Bila ditelusuri, hubungan yang tidak seimbang di atas bersumber pula<br />
pada ketidakseimbangan kepemilikan modal. Mereka yang mempunyai<br />
modal kuat selalu menang menghadapi nelayan ataupun bakul kecil yang<br />
9 Menurut seorang pejabat desa, pihak juragan sering pula memasok kebutuhan para<br />
nelayan, bahkan tidak terkecuali televisi dan VCD player. Para nelayan kemudian<br />
mencicilnya dari hasil melaut, dari bagi hasil yang mereka peroleh dengan menjalankan<br />
kapal milik juragan.<br />
10 Untuk “memperlancar” transaksi dengan para nelayan, pihak tengkulak juga tidak<br />
sungkan-sungkan untuk memberikan uang kepada istri nelayan. Besarnya uang yang<br />
diberikan ini juga menyesuaikan situasi panen ikan. Menurut seorang pejabat desa, uang itu<br />
berkisar Rp 10-20 ribu setiap kali transaksi pada musim paceklik, sedangkan pada musim<br />
panen ikan bisa mencapai Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu.<br />
11 Bila para nelayan sebagian besar berasal dari Dusun Kanigoro, maka para bakul ikan<br />
umumnya dari Dusun Gebang yang secara administratif juga masuk Desa Kanigoro.<br />
12 Aditjondro, G. J. 2000. Cahaya Bintang Kejora: Papua Barat dalam Kajian Sejarah, Budaya,<br />
Ekonomi, dan Hak Asasi Manusia. Jakarta: ELSAM. (Bab IX. “Menyantap “Tuna-Sandwich” Asal<br />
Papua Barat di Norwegia”).<br />
5<br />
modalnya sangat terbatas. Bagi nelayan, modal dibutuhkan untuk pengadaan<br />
kapal ataupun pemeliharaannya. Selain itu juga untuk mengatasi saat-saat<br />
sedang paceklik ikan. Sedangkan para bakul ikan membutuhkan tambahan<br />
modal bagi peningkatan omzet dagang mereka, termasuk juga untuk<br />
pengadaan fasilitas atau alat-alat yang dibutuhkan untuk menjaga kualitas<br />
ikan. 13 Koperasi adalah lembaga yang diharapkan oleh masyarakat nelayan<br />
dapat mengatasi kesulitan-kesulitan mereka baik modal, peralatan melaut,<br />
maupun kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk keperluan pada bakul ikan<br />
seperti kebutuhan es batu.14<br />
RESPON TERHADAP WISATA PANTAI<br />
Sehebat apapun perkembangan suatu tempat wisata tidaklah ada<br />
artinya bagi masyarakat jika masyarakat tidak ikut menikmati hasil dari<br />
aktivitas pariwisata yang ada. Hal ini karena masyarakat, terutama penduduk<br />
local, adalah salah satu komponen penting dalam pengembangan pariwisata<br />
jika pariwisata diletakkan pula sebagai upaya untuk mengembangkan dan<br />
memakmurkan masyarakat. Sering terjadi masyarakat hanya diposisikan<br />
sebagai penonton belaka tanpa mengetahui secara pasti apa yang<br />
sesungguhnya tengah terjadi di lingkungan mereka.<br />
Pada dasarnya masyarakat nelayan di Ngrenehan terbuka dengan<br />
upaya pengembangan kawasan ini menjadi kawasan wisata. Lagipula selama<br />
ini aktivitas wisata sudah ada di sini. Namun keterbukaan ini adalah dalam<br />
kerangka bahwa mereka tetap dapat menjalankan aktivitas mereka melaut<br />
menangkap ikan. Kehidupan mereka, setidaknya sebagian, sangat tergantung<br />
pada laut sehingga apapun bentuk pengembangan wisata yang dilakukan<br />
diharapkan tidak memutus hubungan masyarakat nelayan ini dengan laut.<br />
Dapat dibayangkan bagaimana jika nelayan yang dari hasil melaut pun belum<br />
cukup memadai untuk meningkatkan taraf hidup harus diputus<br />
13 Diperoleh informasi bahwa sejumlah bantuan dalam bentuk pinjaman ataupun fisik<br />
dan pelatihan pernah diterima oleh nelayan (dan bakul ikan) di sini. Namun bantuan tersebut<br />
dinilai masih kurang atau tidak disertai pembinaan dan pengawasan yang memadai sehingga<br />
belum memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat nelayan. Hal ini terjadi misalnya pada<br />
bantuan kapal yang mestinya menjadi program bergulir namun belakangan hanya menjadi<br />
barang rongsokan belaka karena kurang perawatan sementara pengawasannya pun tidak<br />
dilakukan secara tegas.<br />
14 Sebetulnya sudah pernah akan dibentuk koperasi namun terhambat oleh belum<br />
adanya kesamaan pandangan antar anggota masyarakat. Saat penelitian dilakukan, ibu-ibu<br />
kelompok bakul telah merintis kelompok tabungan yang jika sudah tertib pengelolaannya<br />
diharapkan dapat dikembangkan menjadi koperasi.<br />
6<br />
hubungannya dengan laut sementara bertani tidak juga cukup untuk<br />
memenuhi kebutuhan hidup.<br />
Dalam kenyataannya pernah terjadi investor swasta akan masuk ke<br />
lokasi ini dan hendak menjadikannya suatu kawasan eksklusif yang dimulai<br />
dengan membuat fondasi hotel, pada tahun 1995, di perbukitan sebelah Timur<br />
dari Pantai Ngrenehan. Masyarakat di sini rupanya melihat kemungkinan<br />
buruk dari proyek tersebut yakni menutup akses nelayan ke laut sehingga<br />
mereka pun menggagalkan proyek tersebut.<br />
Salah satu kekhawatiran yang dicontohkan adalah jangan-jangan para<br />
nelayan harus membayar jika mereka menempatkan atau memarkir perahu<br />
mereka di pantai tersebut. Ketika ditanyakan mengenai fondasi hotel yang<br />
terbengkalai tersebut seorang penduduk Ngrenehan mengungkapkan bahwa<br />
rencananya daerah pantai yang berpasir akan dibangun kolam renang<br />
sedangkan di bagian atas bukit akan dibangun hotel. Ini berarti kawasan<br />
tersebut hendak dijadikan kawasan yang eksklusif yang menganggap sepi<br />
keberadaan penduduknya, khususnya para nelayan. Jika pantai dijadikan<br />
kolam renang maka sama saja artinya para nelayan dilarang melaut karena<br />
jalur aksesnya menjadi tertutup. 15 Melihat kemungkinan-kemungkinan buruk<br />
seperti itu maka dapat dipahami mengapa penduduk di sini menolak<br />
pembangunan hotel yang konon milik pengusaha asing tersebut. Penduduk<br />
pun berhasil menggagalkan pembangunan hotel tersebut ketika<br />
pembangunannya baru sampai tahap fondasi.<br />
Demikianlah, ketika penduduk lokal tidak melihat bakal ada manfaat<br />
positif dari proyek pengembangan pariwisata di tempat mereka tinggal dan<br />
mencari nafkah, maka akan muncul bentuk-bentuk perlawanan. Perlawanan<br />
itu dapat mengambil bentuk yang frontal, namun dapat pula mengambil<br />
bentuk yang tersembunyi. Perlawanan yang terakhir ini mungkin akan<br />
tergambarkan pada ketidakpedulian penduduk lokal terhadap keberadaan<br />
fasilitas-fasilitas baru yang dibangun. Tentu semua ini tidaklah<br />
menguntungkan semua pihak yang berkepentingan dengan kemajuan<br />
kawasan wisata ini.<br />
Oleh sebab itu, mau tidak mau perlu ada perhatian terhadap peran<br />
masyarakat lokal dalam mengembangkan lokasi wisata. Namun peran<br />
penduduk lokal menjadi minim karena mereka belum melihat adanya rencana<br />
yang jelas dari pihak pemerintah, kendati pihak pemerintah daerah sudah<br />
merencanakan pengembangan wisata termasuk di Ngrenehan. Ketidakjelasan<br />
tersebut bahkan juga dirasakan oleh penduduk yang menjadi bagian dari<br />
15 Lihat juga artikel Nurzaman (Kompas, 23 September 2002).<br />
7<br />
administrasi pemerintahan lokal. Padahal, secara teoritis, pejabat desa<br />
mempunyai akses informasi yang lebih baik terhadap rencana-rencana<br />
pembangunan yang disusun oleh pemerintah (daerah). Singkatnya, sosialisasi<br />
rencana pengembangan wisata di kawasan ini tampaknya juga belum<br />
memadai yang bersamaan dengan itu muncul kesan kuat bahwa peran aktif<br />
masyarakat, termasuk dalam proses perencanaan, cenderung diabaikan.<br />
Padahal pihak yang akan pertama kali terkena dampak dari proyek-proyek<br />
pembangunan tidak lain adalah penduduk di lokasi dimana proyek<br />
dilakukan.<br />
Ketidakjelasan rencana pengembangan juga dapat menimbulkan<br />
persoalan di antara pelaku-pelaku ekonomi di lokasi tersebut. Nelayan tentu<br />
membutuhkan area untuk memarkir perahu atau kapalnya. Pantai<br />
Ngrenehan sebetulnya memiliki luas yang relatif terbatas sehingga ketika area<br />
parkir kapal menyempit maka para nelayan menjadi terganggu aktivitasnya.<br />
Untuk dapat melaut, kapal yang diparkir pada barisan yang menjauhi garis<br />
pantai tentu harus menunggu kapal di barisan depannya berangkat terlebih<br />
dahulu. Di satu sisi hal ini karena pantai yang memang tidak cukup panjang,<br />
namun di sisi lain juga karena adanya bangunan-bangunan, terutama<br />
warung-warung, yang “memakan” area parkir perahu nelayan karena terlalu<br />
menjorok ke arah laut. Tiga sampai empat warung dapat menyebabkan 10<br />
kapal kesulitan parkir yang setara dengan menyulitkan 30 keluarga nelayan<br />
karena setiap kapal umumnya diawaki tiga nelayan.<br />
Kondisi seperti itu lalu menimbulkan potensi konflik terselubung<br />
antara nelayan dan pemilik warung. Sejauh ini pihak nelayan juga tidak bisa<br />
berbuat banyak mengingat tidak punya dasar hukum, terutama karena tanah<br />
atau pantai di situ bukan milik nelayan. Di sisi lain para pedagang pun<br />
menyadari bahwa tanah di situ juga bukan milik mereka. Namun karena ada<br />
potensi berjualan di sana maka para pedagang pun mendirikan sejumlah<br />
warung tidak permanen. Tempat penjualan ikan segar dan ikan matang pun<br />
tidak ada pemisahan yang jelas sehingga kesan kumuh dan semrawut tidak<br />
terhindarkan. Terhadap kondisi ini para pedagang sebetulnya juga<br />
membayangkan adanya pembagian tempat antara penjualan ikan segar dan<br />
penjualan ikan matang sebagai cara untuk membuat wisatawan lebih nyaman<br />
dan kebersihan lokasi pun lebih terjaga. Namun para pedagang atau pemilik<br />
warung juga ragu untuk membangun dan memperbaiki bangunan warung<br />
menjadi lebih baik karena khawatir akan digusur pemerintah jika tidak sesuai<br />
dengan desain pengembangan yang dikehendaki pemerintah.<br />
Persoalan lain yang dimata masyarakat sebagai bentuk ketidakseriusan<br />
pemerintah dalam mengembangkan kawasan wisata ini adalah kurangnya<br />
fasilitas atau prasarana pendukung. Fasilitas transportasi dan penerangan<br />
8<br />
dirasakan sangat tidak memadai. Seorang penduduk berani mengatakan<br />
bahwa rata-rata wisatawan yang datang ke Ngrenehan mengaku takut<br />
karena sempitnya jalan menuju ke lokasi sementara kondisi jalan juga buruk<br />
dan menanjak.<br />
Sementara itu ketidaktersediaan listrik menimbulkan banyak kesulitan<br />
bagi masyarakat di sini. Jalur jalan yang sempit dan menanjak pun menjadi<br />
rawan jika dilalui dalam situasi gelap. Ada ilustrasi menarik yang<br />
disampaikan oleh penduduk mengenai tiadanya listrik di Ngrenehan.<br />
Dikatakan bahwa situasi penjara masih lebih terang benderang ketimbang<br />
Ngrenehan di malam hari. Yang ada hanyalah suara deburan ombak di<br />
tengah kegelapan yang pekat. Penduduk sulit untuk menerima kenyataan<br />
pemerintah tidak menyediakan listrik untuk Ngrenehan sementara dalam<br />
jarak sekitar 600 meter dari lokasi ini sebetulnya sudah terdapat tiang listrik.<br />
Lebih-lebih lagi karena listrik tersebut dikatakan oleh aparat pemerintah<br />
hanyalah untuk sementara waktu, sekedar untuk pembangkit PAM, bukan<br />
untuk penerangan umum.<br />
Di luar sarana jalan dan listrik, penduduk juga mengeluhkan tiadanya<br />
fasilitas SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum). Ketiadaan sarana ini<br />
dirasakan bukan hanya menyulitkan para nelayan tetapi juga bagi aktivitas<br />
wisata di pantai tersebut. Awal tahun 2003, pihak pemerintah daerah<br />
sebetulnya sudah pernah mengatakan bahwa di Ngrenehan akan di bangun<br />
SPBU yang tujuan utamanya adalah untuk mencukupi kebutuhan para<br />
nelayan namun sampai sekarang hal ini juga belum terealisir.16<br />
PENUTUP<br />
Belakangan ini banyak pemerintah daerah yang memiliki pesisir<br />
berupaya mengembangkan wisata bahari di wilayahnya. Hal ini juga<br />
dilakukan oleh pemerintah daerah Gunungkidul yang memiliki sejumlah<br />
pantai potensial dan salah satunya adalah Pantai Ngrenehan yang berada di<br />
kampung atau desa nelayan.<br />
Secara umum, aktivitas nelayan di sini dapat dikatakan termasuk<br />
baru, seperti juga di Propinsi DIY pada umumnya. Dalam kesehariannya para<br />
nelayan yang sebagian besar adalah penduduk lokal belum sepenuhnya<br />
melepaskan diri dari pertanian, terutama pada masa-masa paceklik ikan.<br />
Dalam pekerjaannya, para nelayan juga masih menghadapi besarnya<br />
kekuatan para juragan dan tengkulak. Dengan kekuatan modalnya dan<br />
16 Rencana ini pernah disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan<br />
Kabupaten Gunungkidul (Kompas, 6 Maret 2003).<br />
9<br />
dengan menggunakan beragam cara, para juragan menjadi superior terhadap<br />
nelayan sehingga dalam batas tertentu dapat dikatakan bahwa terdapat<br />
ketergantungan nelayan terhadap juragan.<br />
Adapun dalam hubungannya dengan kegiatan pariwisata, masyarakat<br />
nelayan secara umum menilai bahwa selama ini belum ada rencana<br />
pengembangan yang jelas, termasuk bagaimana peran masyarakat dalam<br />
pengembangan tersebut. Ketidakjelasan tersebut membuat masyarakat tidak<br />
terdorong untuk aktif mengembangkan kawasan wisata pantai ini. Selain itu,<br />
ketidakjelasan ini juga menimbulkan kesulitan bagi nelayan karena area<br />
parkir perahu juga terganggu. Hal ini rupanya berkaitan pula dengan status<br />
tanah di sini yang memang bukan milik penduduk sementara pihak<br />
pemerintah belum memberikan rambu-rambu yang jelas bagi masyarakat<br />
untuk menggunakannya. Persoalan itu masih ditambah pula dengan masih<br />
terbatasnya sarana pendukungnya sebagai daerah wisata. Keterbatasan ini<br />
sangat terasa untuk fasilitas transportasi (jalan), listrik, maupun fasilitas<br />
pengisian bahan bakar.<br />
Melihat persoalan-persoalan yang ada, tampak bahwa pengembangan<br />
wisata pantai, di Ngrenehan khususnya, seyogyanya terintregrasi dengan<br />
pengembangan masyarakat nelayan yang aktivitas utamanya tidak lepas dari<br />
laut dan pantai. Artinya, pengembangan wisata tidak bias pada kepentingan<br />
pemilik modal saja. Pemerintah hendaknya memberikan acuan atau rencana<br />
pengembangan yang jelas dan prosesnya juga melibatkan masyarakat lokal.<br />
Selain itu, sarana-sarana pendukungnya juga dilengkapi bila memang<br />
kawasan ini hendak dikembangkan secara serius sebagai kawasan wisata<br />
yang berciri aktivitas masyarakat nelayan.***</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ahmadsarbini.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ahmadsarbini.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadsarbini.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadsarbini.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadsarbini.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadsarbini.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahmadsarbini.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahmadsarbini.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahmadsarbini.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahmadsarbini.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadsarbini.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadsarbini.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadsarbini.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadsarbini.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadsarbini.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadsarbini.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsarbini.wordpress.com&amp;blog=2352594&amp;post=9&amp;subd=ahmadsarbini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/01/10/nelayan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/462b927a8ef272277b0b35063e30130a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahmadsarbini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KESEHATAN</title>
		<link>http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/01/10/kesehatan/</link>
		<comments>http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/01/10/kesehatan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jan 2008 04:56:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadsarbini</dc:creator>
				<category><![CDATA[umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/01/10/kesehatan/</guid>
		<description><![CDATA[Tetap Sehat di Usia Lanjut Dengan Gizi Sehat TURNIANI LAKSMIARTI DAN HERTI MARYANI Puslitbang Pelayanan dan Teknologi Kesehatan Surabaya Pendahuluan Tetap berprestasi dimasa tua adalah harapan setiap insan, baik individu itu sendiri maupun keluarga dan kerabatnya. Namun demikian, tidak setiap harapan dapat diwujudkan dengan mulus. Harapan yang demikian pernah dikemukakan oleh seorang Gerontolog dari Amerika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsarbini.wordpress.com&amp;blog=2352594&amp;post=8&amp;subd=ahmadsarbini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="arial" size="+1"><b> Tetap Sehat di Usia Lanjut Dengan Gizi Sehat  </b></font><font face="arial" size="2">  </font></p>
<p><font face="arial" size="2"><b> TURNIANI LAKSMIARTI DAN HERTI MARYANI </b><br />
Puslitbang Pelayanan  dan Teknologi Kesehatan Surabaya  <font color="navy" face="arial" size="2"><br />
<hr noshade="noshade" size="1" /></font>  </font></p>
<p><font face="arial" size="2"><b>Pendahuluan</b> </font></p>
<p><font face="arial" size="2">Tetap berprestasi dimasa tua adalah harapan setiap insan, baik individu itu sendiri maupun keluarga dan kerabatnya. Namun demikian, tidak setiap harapan dapat diwujudkan dengan mulus. Harapan yang demikian pernah dikemukakan oleh seorang Gerontolog dari Amerika yang menyatakan <i>&#8220;Not only add years to life, but also life to years&#8221;</i> atau jangan hanya menambah tahun pada kehidupan, tetapi juga menambah kehidupan pada tahun-tahun  itu. </font></p>
<p><font face="arial" size="2">Dengan berkurangnya malnutrisi dan penyakit infeksi karena peningkatan sosio-ekonomi sehingga standar hidup menjadi lebih baik, serta dengan adanya kemajuan ilmu dan teknologi, termasuk teknologi kedokteran, maka umur harapan hidup manusia menjadi lebih panjang dan umur rata-rata penduduk menjadi lebih tua. Tetapi, menambah panjang umur tanpa peningkatan kualitas hidup tentunya tidak cukup, karena hanya akan menambah panjang penderitaan bagi individu tersebut maupun keluarga dan masyarakat, baik ditinjau dari segi budaya, sosial, maupun ekonomi. </font></p>
<p><font face="arial" size="2">Dengan bertambahnya usia, ditunjang kemunduran kemampuan psikis dan fisik, serta menderita berbagai penyakit, merupakan keadaan yang sangat tidak diharapkan. Padahal, pada kenyataannya terdapat beberapa orang usia lanjut yang masih mempunyai keinginan dan harapan-harapan yang ingin dicapai. Dalam tulisan ini, dicoba untuk mengatasi sedini mungkin agar di usia lanjut masih berpotensi walaupun tidak semaksimal dibanding usia produktif. </font></p>
<p><font face="arial" size="2">Tulisan ini merupakan analisis deskriptif yang diambil dari berbagai pustaka yang meliputi: (a) Batasan usia lanjut; (b) Permasalahan usia lanjut; (c) Beberapa jenis penyakit pada usila; (d) Macam-macam olah raga/latihan yang baik bagi usila; (e) Nutrisi sehat bagi usila. </font></p>
<p><font face="arial" size="2"><b>Batasan Usia Lanjut</b> </font></p>
<p><font face="arial" size="2">Batas umur untuk usia lanjut dari waktu ke waktu berbeda. WHO membagi umur tua sebagai berikut:  </font></p>
<ol><font face="arial" size="2"></p>
<li>Umur lanjut (elderly): 60&#8211;74  tahun</li>
<li>Umur tua (old): 75&#8211;90 tahun</li>
<li>Umur sangat tua: (very-old) &gt; 90 tahun</li>
<p></font></ol>
<p><font face="arial" size="2"><b>Permasalahan Usia Lanjut</b> </font></p>
<p><font face="arial" size="2">Untuk dapat meningkatkan kualitas hidup sehingga berpestasi di masa tua, perlu diketahui permasalahan yang dialami di usia lanjut: </font></p>
<p><font face="arial" size="2">1. Kondisi mental<br />
Secara psikologis, umumnya pada usia lanjut terdapat penurunan baik secara kognitif maupun psikomotor. Contohnya, penurunan pemahaman dalam menerima permasalahan dan kelambanan dalam bertindak. </font></p>
<p><font face="arial" size="2">2. Keterasingan (<i>loneliness</i>).<br />
Terjadi penurunan kemampuan pada individu dalam mendengar, melihat, dan aktivitas lainnya, sehingga merasa tersisih dari masyarakat. </font></p>
<p><font face="arial" size="2">3. <i>Post power syndrome</i><br />
Kondisi ini terjadi pada seseorang yang semula mempunyai jabatan pada masa aktif bekerja. Setelah berhenti bekerja, merasa ada sesuatu yang hilang dalam kehidupannya. </font></p>
<p><font face="arial" size="2">4. Masalah penyakit<br />
Selain karena proses fisiologis yang menuju ke arah degeneratif, juga banyak ditemukan gangguan pada usia lanjut. Antara lain infeksi, jantung, dan pembuluh darah, penyakit metabolik (osteoporosis), kurang gizi, penggunaan obat dan alkohol, penyakit syaraf (stroke), serta gangguan jiwa terutama depresi dan kecemasan. </font></p>
<p><font face="arial" size="2">5. Masalah ekonomi<br />
Penerimaan atau pendapatan pada usia lanjut tidak seperti pada masa produktif, sehingga masalah ekonomi merupakan salah satu masalah yang perlu dipahami. </font></p>
<p><font face="arial" size="2"><b>Beberapa Jenis Penyakit pada Usila</b> </font></p>
<p><font face="arial" size="2">Jenis penyakit yang ditemukan pada kelompok usia lanjut sebenarnya tidak berbeda dengan yang ditemukan pada kelompok usia lebih muda. Penyakit yang diketemukan pada usia lanjut antara lain osteoporosis, osteomalasia, dementia, penyakit alzheimer, katarak, dan otosklerosis. Beberapa penyakit yang frekuensinya lebih lebih tinggi dari usia muda lainnya antara lain osteoartritis, artritis reumatoid, penyakit keganasan, penyakit parkinson, dan gangguan pembuluh darah otak ( <i>cerebro-vascular disease</i> = CVD). Beberapa penyakit lain yang menimbulkan masalah pada kelompok usia lanjut, misalnya diabetes militus, hipertensi, penyakit infeksi, bronkopneumonia, penyakit paru obstruksi menahun, tuberkulosis, fraktur, dan lain-lain. </font></p>
<p><font face="arial" size="2"><b>Macam-macam Olah Raga/ Latihan yang Baik bagi Usila</b> </font></p>
<p><font face="arial" size="2">1. Pekerjaan rumah dan berkebun<br />
Pekerjaan rumah dan berkebun merupakan suatu latihan untuk menjaga kesegaran dan daya tahan tubuh. Tetapi, pekerjaan dimaksud perlu dilakukan secara cepat sehingga denyut jantung dan otot akan lebih cepat, karena denyut jantung usia lanjut cenderung melemah. </font></p>
<p><font face="arial" size="2">2. Berjalan-jalan<br />
Berjalan-jalan dengan baik berguna untuk meregangkan kaki dan menjaga daya tahan tubuh. Bila berjalan dilakukan makin lama makin cepat, akan makin sempurna. </font></p>
<p><font face="arial" size="2">3. Senam tera dan aerobik<br />
Senam tera dan aerobik atau yoga memberikan keuntungan dalam mempertahan bentuk fisik dan mental. </font></p>
<p><font face="arial" size="2">4. <i>Jogging</i><br />
Dilakukan dengan tidak terlalu cepat, berguna untuk memperbaiki kemampuan pengambilan zat asam (O</font><font face="New York,Times New Roman" size="1">2</font><font face="New York,Times New Roman" size="2">) yang menyangkut fungsi jantung, paru-paru, peredaran darah kaki, dan lain-lain. </font></p>
<p><font face="New York,Times New Roman" size="2">5. Bersepeda atau berenang<br />
Kegiatan ini dapat dilakukan apabila memungkinkan, terutama untuk penderita artritis, karena dapat meningkatkan keregangan dan daya tahan tubuh, tapi tidak menambah kelenturan pada derajat yang lebih tinggi. </font></p>
<p><font face="New York,Times New Roman" size="2"><b>Nutisi Sehat pada Usia Lanjut</b> </font></p>
<p><font face="New York,Times New Roman" size="2">Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air (62,4%), protein (16,9%), lemak (13,8%), hidrat arang, dan garam (6,9%). Untuk mencapai komposisi tubuh yang demikian, manusia memenuhinya melalui makanan yang berasal dari hewani dan tumbuh-tumbuhan. Makanan terdiri dari bagian-bagian yang berbentuk ikatan kimia atau unsur-unsur organik yang disebut zat gizi atau nutrisi. Begitu pula dengan kesehatan usia lanjut. Agar tetap terpelihara dan agar selama mungkin dapat hidup secara produktif maka faktor gizi/nutrisi usia lanjut perlu diperhatikan. Yang dimaksud zat gizi ini adalah zat yang terkandung dalam makanan yang dibutuhkan oleh tubuh supaya berfungsi dengan sempurna. Tubuh membutuhkan sekitar 50 jenis zat gizi. Tubuh yang sehat sempurna dapat membentuk 25 dari ke 50 zat gizi tersebut. </font></p>
<p><font face="New York,Times New Roman" size="2">Zat gizi dapat digolongkan ke dalam 6 golongan, yaitu karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, dan air. Semua zat gizi tersebut dapat digolongkan ke dalam 3 golongan, yaitu: </font></p>
<ol><font face="New York,Times New Roman" size="2"></p>
<li>Zat gizi yang memberikan energi untuk pergerakan tubuh maupun reaksi. Yang tergolong ini adalah karbohidrat, lemak, dan protein.</li>
<li>Zat gizi yang membangun dan memperbaiki tubuh (merupakan bahan bangunan tubuh). Yang termasuk golongan ini adalah air, protein, lemak, karbohidrat, dan mineral.</li>
<li>Zat gizi yang berfungsi sebagai pelumas berbagai reaksi kimia maupun reaksi fisik dalam tubuh. Termasuk di dalamnya adalah vitamin dan mineral.</li>
<p></font></ol>
<p><font face="New York,Times New Roman" size="2">Sementara orang yang sudah lanjut usia, laju metabolisme tubuhnya cenderung menurun. Dengan demikian, tingkat kegiatan tubuh biasanya berkurang, sehingga kebutuhan kalori relatif lebih rendah daripada ketika masih muda atau dewasa. Kebutuhan nutrisi seperti vitamin, mineral, protein, dan sebagainya boleh jadi tidak berkurang, bahkan bertambah. Kalsium, misalnya, dibutuhkan lebih banyak oleh orang dewasa, terlebih wanita yang telah mencapai masa menopause. Hal ini guna memperbaiki kerusakan–kerusakan pada jaringan tulang (osteoporosis) sehingga tulang tidak cepat rapuh. </font></p>
<p><font face="New York,Times New Roman" size="2"><b>Beberapa  Bahan Makanan yang Perlu Diperhatikan di Usia Lanjut </b> </font></p>
<p><font face="New York,Times New Roman" size="2">1. Makanan berlemak<br />
Ada dua jenis substansi lemak yang dibutuhkan dan dibuat oleh tubuh kita, yakni kolesterol dan trigliserida. Trigleserida adalah energi yang tersimpan dalam jaringan-jaringan lemak. Kolesterol merupakan komponen penting dinding sel dan menjadi bahan dasar pembentuk asam empedu, juga hormon seks. Kedua jenis substansi ini perlu dikeluarkan dari dalam tubuh. Tapi, masalahnya ialah sistem transportasi tubuh kita sebagian besar dibentuk oleh air, sementara kolesterol dan trigleserida tidak larut dalam air. Telah diketahui bahwa makanan dengan kandungan lemak tinggi menjadi penyebab utama munculnya berbagai penyakit jantung dan sirkulatori. Lemak akan mengendap di sepanjang dinding arteri, sehingga akan mengurangi kelancaran peredaran darah. Pada kasus yang sangat parah, dapat memblokir keseluruhan sistem. Makanan yang mengandung tinggi lemak juga telah dinyatakan berhubungan erat dengan pertambahan insiden kanker payudara, kolon, dan rektal. Makanan yang tingkat kolesterolnya tinggi, bertoleransi dengan penyakit kardiovaskular, sedang kadar trigliserida yang tinggi menyebabkan obesitas (kegemukan). </font></p>
<p><font face="New York,Times New Roman" size="2">2. Kurangi gula<br />
Gula putih memgandung kalori yang cukup tinggi dan dapat mengakibatkan obesitas. Bagi mereka yang mewarisi diabetes sebagai faktor keturunan, akan lebih cepat terserang. Sedangkan bagi yang tidak mempunyai faktor turunan, terlalu banyak mengkonsumsi gula akan terjadi kegemukan, karena gula sangat mudah diserap untuk dijadikan energi. Secara alami dan sehat, lebih baik gula didapatkan dari buah, karena selain mendapatkan rasa manis juga terkandung vitamin C, vitamin A, kalsium, dan berbagai nutrisi lainnya. </font></p>
<p><font face="New York,Times New Roman" size="2">3. Kurangi garam<br />
Beberapa ahli nutrisi berpendapat bahwa garam yang terlalu banyak dapat menyebabkan tekanan darah tinggi sehingga mengancam keutuhan sistem kardivaskular. Juga dapat merusak fungsi ginjal dan menaikkan tekanan darah ke jantung. Sedang kekurangan natrium, salah satu komponen garam (NaCl) mengakibatkan penderita merasa sakit kepala, lemah, kurang bergairah, kurang konsentrasi, dan daya ingat lemah. Makanan-makanan sumber hewani biasanya mengandung garam yang lebih tinggi dari nabati. Itulah sebabnya mereka yang vegetaris (pemakan sayuran, buah-buahan, biji-bijian) biasanya memakan garam lebih sedikit. Jika menginginkan hidup berumur panjang maka batasilah penggunaan garam. </font></p>
<p><font face="New York,Times New Roman" size="2">4. Hindari zat kimia tambahan<br />
Teknologi industri saat ini telah mengolah banyak zat kimia untuk berbagai kegunaan, seperti pengawetan, pembersih, pemutih, atau pewarna, antibiotik, insektisida, pelarut, dan lain-lain yang secara alami bukan untuk dimakan oleh manusia. Sedang struktur dan fisiologi tubuh manusia tidak didesain untuk zat-zat tersebut. Sebagian di antara zat-zat tersebut bersifat racun. Sekalipun efeknya bersifat kumulatif dan bukti berbahaya bagi kesehatan memang belum terbukti nyata, demi kesehatan sebaiknya hindari saja. </font></p>
<p><font face="New York,Times New Roman" size="2">5. Hindari rokok dan  alkohol<br />
Efek merokok bagi perokok dapat menimbulkan berbagai penyakit, misalnya penyakit jantung, bronkitis kronis, kanker paru-paru, tenggorokan, mulut, dan pankreas. Akibat buruk lainnya adalah sukar menelan, gangguan tidur, rasa sakit di dada, masalah gusi dan gigi, nafas bau, suara parau, serta mempercepat munculnya keriput. </font></p>
<p><font face="New York,Times New Roman" size="2">6. Tingkatkan  makanan berserat<br />
Serat adalah komponen makanan yang berasal dari sumber nabati, berguna untuk membuang segala materi sisa-sisa pencernaan dari dalam saluran pencernaan. Serat adalah karbohidrat kompleks yang terdiri dari polisakarida dan substansi lignin yang memberi bentuk pada sel tumbuhan, merupakan bagian dari sisa pencernaan yang mencapai usus halus sampai ke usus besar. Menurut B.H. Ershof (1974), zat-zat beracun yang terdapat dalam makan dapat dinetralisir apabila makanan yang mengandung serat banyak dimakan. </font></p>
<p><font face="New York,Times New Roman" size="2">7. Konsumsi  cukup  kalsium<br />
Kalsium merupakan komponen penting bagi tulang dan gigi. Kebutuhan akan kalsium (zat tulang) meninggi pada wanita sesudah menopause, karena penyerapan dan retensi kalsium yang berasal dari makanan menurun. Hal ini erat hubungannya dengan berhentinya hormon estrogen pada wanita yang sudah tidak haid lagi. Akibatnya, kehilangan zat tulang dalam tubuh menjadi lebih besar daripada jumlah yang didapat dari makanan. Tetapi, kalsium dapat diperlambat apabila aktif melakukan kerja atau olah raga. </font></p>
<p><font face="New York,Times New Roman" size="2"><b>Fungsi  Vitamin pada Tubuh Manusia </b> </font></p>
<p><font face="New York,Times New Roman" size="2">1. Vitamin C<br />
Vitamin C dikenal sebagai asam askorbik, merupakan faktor utama yang mengontrol dan membangkitkan beberapa aspek pertahanan serta ketahanan tubuh terhadap serangan penyakit, termasuk kanker, infeksi gusi, varikosa (penonjolan pembuluh darah pada betis dan paha), dll. </font></p>
<p><font face="New York,Times New Roman" size="2">2. Vitamin E<br />
Vitamin E sebagai antioksidan (kerusakan berbagai sel dan jaringan tubuh), membantu mata tetap awet, sebagai anti polusi (penyakit yang diakibatkan oleh polusi udara), meningkatkan HDL, dll. </font></p>
<p><font face="New York,Times New Roman" size="2">3. Vitamin A<br />
Vitamin A adalah sejenis vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin ini menjaga integritas kulit dan dinding pelapis saluran pernafasan serta saluran pencernaan, yang merupakan benteng utama terhadap serangan bakteri dan mikro-organisme lain.Vitamin A juga berfungsi menurunkan insiden kanker. </font></p>
<p><font face="New York,Times New Roman" size="2">4. Vitamin  B 12<br />
Pada usila sering dijumpai kekurangan vitamin B12. Hal tersebut dapat menyebabkan kekurangan darah (anemia), gangguan saraf tepi, dan sebagainya. </font></p>
<p><font face="New York,Times New Roman" size="2"><b>Beberapa Resep dengan Buah dan Sayuran </b> </font></p>
<p><font face="New York,Times New Roman" size="2">1. Alpukat ( <i>Persea americana</i> MIII)<br />
Khasiat buah alpukat antara lain menurunkan kolesterol, membantu regenerasi darah merah dan mencegah anemia, melembabkan kulit, serta mencegah sembelit. </font></p>
<p><font face="New York,Times New Roman" size="2">Kandungan  gizi:</p>
<li>Energi 93.00Kal</li>
<li>Fosfor 24.00mg</li>
<li>Protein 0,90g</li>
<li>Serat 1,40g</li>
<li>Lemak 6,20g</li>
<li>Besi 0.80mg</li>
<li>Karbohidrat 10,50g</li>
<li>Vit A 70.00RE</li>
<li>Kalsium 6,00mg</li>
<li>Vit B10,05mg</li>
<li>Vit B 20,06mg</li>
<li>Vit C13,00mg2. Jeruk  bali (<i>Citrus maxima</i>)<br />
Khasiat jeruk bali antara lain menurunkan kolesterol, anti kanker, menurunkan risiko penyakit jantung, menormalkan tingkat hematokrit, dan membersihkan sel darah merah.</p>
<p>Kandungan gizi:</li>
<li>Energi 46,00kal</li>
<li>Protein 0.80g</li>
<li>Lemak 0,80g</li>
<li>Karbohidrat 10,10g</li>
<li>Kalsium 26,00mg</li>
<li>Fosfor 16,00mg</li>
<li>Serat 0,40g</li>
<li>Besi 0,70mg</li>
<li>Vit A 30.00  RE</li>
<li>Vit B 10,05mg</li>
<li>Vit B 20,02mg</li>
<li>Vit C 40,00mg</li>
<li>Niacin 0,20g3. Melon (<i>Cucumis melo cantalupensis</i>)<br />
Khasiat melon antara lain membantu sistem pembuangan, anti kanker, menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke, serta mencegah penggumpalan darah.</p>
<p>Kandungan gizi:</li>
<li>Energi 21 kal</li>
<li>Protein 0,60g</li>
<li>Lemak 0,10g</li>
<li>Karbohidrat 5,10g</li>
<li>Kalsium 15,00mg</li>
<li>Fosfor 25,00mg</li>
<li>Serat 0,30g</li>
<li>Besi 0,50mg</li>
<li>Vit A 640,00 SI</li>
<li>Vit B1 0.03mg</li>
<li>Vit B2 0,02mg</li>
<li>Vit C 34,00mg</li>
<li>Niacin 0,80mg4. Asparagus (<i>Asparagus officinalis</i>)<br />
Khasiat asparagus antara lain mengobati gangguan ginjal, mengobati hipertensi, mencegah anemia, dan mencegah konstipasi.</p>
<p>Kandungan gizi:</li>
<li>Energi 14kal</li>
<li>Protein1,60g</li>
<li>Lemak 0,20g</li>
<li>Karbohidrat 2,40g</li>
<li>Kalsium 10,00mg</li>
<li>Fosfor 39,00mg</li>
<li>Vit A 125,00 RE</li>
<li>Vit B1 0.10mg</li>
<li>Vit B2 0102mg</li>
<li>Vit C 12,00mg</li>
<li>Niacin 1,20mg5. Bawang putih (<i>Allium sativum</i>)<br />
Khasiat bawang putih antara lain sebagai obat sakit gigi, sakit telinga, diare, disentri, vaginitas, diptheri, menurunkan darah tinggi, menurunkan kolesterol, menurunkan gula darah pada penderita diabetes, membantu menghilangkan logam berat, menambah kekebalan, melindungi serangan kanker, pengobatan asma dan gangguan pernafasan, serta pengobatan gangguan pencernaan.</p>
<p>Kandungan gizi bawang  putih :</li>
<li>Energi 116,00kal</li>
<li>Protein7,00g</li>
<li>Lemak 0,30g</li>
<li>Karbohidrat 24,60g</li>
<li>Kalsium 28,00mg</li>
<li>Fosfor 121,00mg</li>
<li>Serat 1,10g</li>
<li>Besi 0,20m,g</li>
<li>Vit A -</li>
<li>Vit B1 0.23mg</li>
<li>Vit B2 0,08mg</li>
<li>Vit C7,00mg</li>
<li>Niacin 0,40mg6. Bit (<i>Beta vulgaris</i>)<br />
Khasiat bit antara lain pengobatan hati dan kantung empedu, penghancur sel tumor atau kanker, mencegah anemia, dan menurunkan kolesterol.</p>
<p>Kandungan gizi bit antara lain:</li>
<li>Energi 147,00kal</li>
<li>Protein5,40g</li>
<li>Lemak 0,30g</li>
<li>Karbohidrat 32,60g</li>
<li>Kalsium 51,00mg</li>
<li>Fosfor 928,00mg</li>
<li>Serat 0,80g</li>
<li>Besi 3,40m,g</li>
<li>Vit A 22700,00 UI</li>
<li>Vit B1 0.07mg</li>
<li>Vit B2 0,16mg</li>
<li>Vit C 80,00mg</li>
<li>Niacin 1,50mg7. Cabai (<i>Capsicum annuum</i>)<br />
Khasiat cabai antara lain pembersih paru, pengobatan bronchitis, pengobatan masuk angin, pengobatan sinusitis, dan asma.</p>
<p>Kandungan gizi cabai antara lain:</li>
<li>Energi 31,00kal</li>
<li>Protein 7100g</li>
<li>Lemak0,30g</li>
<li>Karbohidrat 7,30g</li>
<li>Kalsium 29,00mg</li>
<li>Fosfor 24,00mg</li>
<li>Serat 0,30g</li>
<li>Besi 0,50m,g</li>
<li>Vit A 71,00RE</li>
<li>Vit B10.05mg</li>
<li>Vit B2 0,03mg</li>
<li>Vit C18,00mg</li>
<li>Niacin 0,20mg8. Jagung ( <i>Zen mays lina</i>)<br />
Khasiat jagung antara lain pembangun otot dan tulang, baik untuk otak dan sistem syaraf, mencegah konstipasi, menurunkan risiko kanker dan jantung, mencegah gigi berlubang, serta minyaknya dapat menurunkan kolesterol darah.</p>
<p>Kandungan gizi jagung:</li>
<li>Energi 150,00kal</li>
<li>Protein 1,600g</li>
<li>Lemak 0,60g</li>
<li>Karbohidrat 11,40g</li>
<li>Kalsium 2,00mg</li>
<li>Fosfor 47,00mg</li>
<li>Serat 0,40g</li>
<li>Besi 0,30m,g</li>
<li>Vit A 30,00 RE</li>
<li>Vit B1 0.07mg</li>
<li>Vit B2 0,04mg</li>
<li>Vit C 3,00mg</li>
<li>Niacin0,60mg9. Kecambah (<i>Bean sprouts</i>)<br />
Khasiat kecambah antara lain memperlambat proses penuaan, anti kanker, menambah kesuburan, dan memperlancar pencernaan.</p>
<p>Kandungan gizi pada kecambah antara lain :</li>
<li>Energi 50,00kal</li>
<li>Protein 5,70g</li>
<li>Lemak 0,10g</li>
<li>Karbohidrat 10,00g</li>
<li>Kalsium 32,00mg</li>
<li>Fosfor 96,00mg</li>
<li>Serat 0,70g</li>
<li>Besi 1,10m,g</li>
<li>Vit A1 3.00RE</li>
<li>Vit B10.13mg</li>
<li>Vit B2 0,15mg</li>
<li>Vit C41,00mg</li>
<li>Niacin 1,00mg10. Kentang (<i>Salanum tuberosum</i>)<br />
Khasiat dari kentang antara lain mencegah kanker, pengobatan asam urat, ginjal, sistem lambung dan jantung, untuk kesehatan lever, jaringan otot, untuk proses peremajaan kulit.</p>
<p>Kandungan gizi kentang dalam 100 g BDD:</li>
<li>Energi 83,00kal</li>
<li>Protein 2,00g</li>
<li>Lemak 0,30g</li>
<li>Karbohidrat 19,10g</li>
<li>Kalsium 11,00mg</li>
<li>Fosfor 56,00mg</li>
<li>Serat 0,30g</li>
<li>Besi0,30m,g</li>
<li>Vit A 0,00 RE</li>
<li>Vit B1 0.09mg</li>
<li>Vit B2 0,03mg</li>
<li>Vit C 16,00mg</li>
<li>Niacin 1,40mg<b>Penutup</b>
<p>Semua orang tentu tak ingin tampak cepat tua, bahkan tidak sedikit yang berusia lanjut bergaya seperti anak muda hanya agar tampak awet muda. Terdapat 10 kiat menunda penuaan dini secara alami, antara lain:</p>
<ol>
<li>Biasakan makan secukupnya dan penuhilah gizi sehat</li>
<li>Konsumsi bawang putih secara memadai</li>
<li>Minumlah teh setiap hari</li>
<li>Konsumsi minyak zaitun untuk melenyapkan radikal-radikal bebas</li>
<li>Konsumsi cukup kalsium</li>
<li>Kurangi konsumsi lemak</li>
<li>Konsumsi buah dan sayur warna gelap</li>
<li>Minum pil atau cairan multivitamin</li>
<li>Olah raga secukupnya</li>
<li>Hindari terik matahari, nikotin, dan alkhol.</li>
</ol>
<p><b>Daftar Pustaka</b></p>
<ol>
<li>Albert M Hutapea, <i> Menuju Gaya Hidup Sehat,</i>. 1993 Jakarta.  .PT. Gramedia Pustaka Utama.</li>
<li>C.Z. Panjaitan,MA,<i> Tetap Bugar Sampai Tua,</i> 1991. Indonesia Publising House</li>
<li>Departemen Kesehatan RI,<i> Pedoman Pembinaan Kesehatan Usia Lanjut bagi Petugas Ksehatan, </i> 1999. Jakarta,<i> </i>DitJen BinKesmas dan Puslitbang Pelayanan Kesehatan</li>
<li>Hendromartono,dr,DSPD,<i> Nutisi Sehat Pada Usila,</i> 1996,Surabaya, Seminar sehari Gerentologi</li>
<li>IGN.Darmawan Budijanto.dr.DSJ,<i> Hidup Tenang dan Bergairah pada Lansia,</i> 1996,Surabaya, Seminar sehari Gerentologi</li>
<li>MB.Rahimsyah,<i> Resep Sehat Cantik dan Jantan dengan </i></li>
</ol>
</li>
<p></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ahmadsarbini.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ahmadsarbini.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadsarbini.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadsarbini.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadsarbini.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadsarbini.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahmadsarbini.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahmadsarbini.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahmadsarbini.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahmadsarbini.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadsarbini.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadsarbini.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadsarbini.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadsarbini.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadsarbini.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadsarbini.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsarbini.wordpress.com&amp;blog=2352594&amp;post=8&amp;subd=ahmadsarbini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/01/10/kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/462b927a8ef272277b0b35063e30130a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahmadsarbini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/01/10/6/</link>
		<comments>http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/01/10/6/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jan 2008 02:49:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadsarbini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/01/10/6/</guid>
		<description><![CDATA[Petualangan di Alam Bebas Antara Eksplorasi dan Penyelamatan Lingkungan JAKARTA – Siapa yang mau menyangkal jika dikatakan bagian barat Jawa ini menyimpan banyak potensi media petualangan alam. Sebut saja gunung. Dari ujung timur hingga ujung barat Ciremai, tercatat ada 16 gunung bertinggi 2.000 meter di atas permukaan laut. Atau mau bicara gua. Hingga sekarang daerah karst [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsarbini.wordpress.com&amp;blog=2352594&amp;post=6&amp;subd=ahmadsarbini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><b><font face="Arial">Petualangan di Alam Bebas </font><font face="Arial" size="4"><br />
Antara Eksplorasi dan Penyelamatan Lingkungan<br />
</font></b></p>
<p><font face="Arial" size="2">             JAKARTA – Siapa yang mau menyangkal jika dikatakan bagian barat Jawa              ini menyimpan banyak potensi media petualangan alam. Sebut saja              gunung. Dari ujung timur hingga ujung barat Ciremai, tercatat ada 16              gunung bertinggi 2.000 meter di atas permukaan laut. Atau mau bicara              gua. Hingga sekarang daerah karst yang bisa paling sering disebut              sebagai tempat nongkrong para penelusur gua, jumlahnya hampir              mencapai 10.<br />
Angka ini tidak termasuk daerah yang belum sempat dilihat.              Walahhh&#8230;.apalagi sungai. Yang teringat sebagai tempat wisata saja              ada lima buah. Sedangkan potensi yang belum tergali, bisa mencapai              ratusan jumlahnya. Belum lagi potensi lain untuk terus digali.              Seperti, wahana untuk paragliding, canyoning, panjat air terjun,              kayak laut, off road, penyusuran budaya, dan sebagainya.<br />
Lalu mau diapakan sumber daya terpendam itu? Dibiarkan terkubur              tanpa pernah dijamah? Sebaliknya, jika dieksplorasi, tidakkah              keseimbangan alam akan terganggu?<br />
Gunung<br />
Puncak gunung mana pun selalu memancing keinginan para petualang              untuk menjelajahinya. Pemandangan yang indah, desiran angin gunung,              udara yang sejuk, semua mengundang orang untuk menyinggahinya.              Seolah, sebuah rahasia alam yang menantang untuk diungkap.<br />
Dari sekian banyak gunung di Jawa Barat, yang paling termasyur              kemegahannya adalah Gunung Gede dan Pangrango. Dengan bentangan alam              mencapai 15,196 hektar, gunung ini sebenarnya menyimpan banyak              potensi petualangan yang bisa digali. Namun, banyak pihak yang              menganggap usaha tersebut mengandung banyak unsur negatif.              Pembatasan-pembatasan pun ditetapkan. Padahal konsep penyelamatan              bukanlah berarti pembatasan.<br />
”Sebenarnya saya juga kurang setuju dengan konsep konservasi yang              ada sekarang,” ucap Dadang, anggota Mapala UI. ”Pembatasan bukan              jalan keluar untuk menyelamatkan alam,” tambahnya.<br />
Banyak usaha perjalanan pembukaan daerah baru sekarang lebih              dibatasi. Banyak juga yang bilang, takut yang lain akan mengikuti.              Faktor standar keamanan yang tak setara antara sesama pencinta              kegiatan ini juga menjadi faktor utama alasan tidak disetujuinya              sebuah usaha penggalian potensi baru.</p>
<p>Sungai<br />
Dari gunung kita mengalir ke sungai. Lain lagi di sungai. Pergi              berarung jeram merupakan sebuah pengalaman yang sulit dilupakan              seumur hidup. Terempas di jeram, muka dan badan terciprat air, atau              berhenti sebentar di eddies (pusaran air) untuk melakukan scouting              (pengintaian), terjerembab di hole (lubang karena patahan sungai),              atau merasakan perahu lurus vertikal karena terkena standing waves              (gelombang air seperti ombak), benar-benar menjadi tantangan              tersendiri buat para pencinta olahraga petualangan.<br />
Namun tetap masih banyak saja daerah aliran ini yang belum              dimaksimalkan sumber dayanya.<br />
”Kami yang pertama mencoba sungai tersebut sebagai wahana arung              jeram,” ucap Inge Renca, salah seorang peserta kegiatan tersebut.              Mengenai masalah pelestarian lingkungan, menurutnya, bisa tetap              dilakukan asal dapat saling menjaga. ”Masalahnya sekarang banyak              orang salah kaprah mengenai pemanfaatan lingkungan. Bukankah              daripada menebang pohon, lebih baik memanfaatkan potensi itu sebagai              wisata,” cetusnya.</p>
<p>Laut<br />
Sungai bermuara ke laut. Bermain di laut juga bukan main-main              asyiknya. Melihat matahari terbenam di atas perahu yang bergoyang,              meninggalkan kenangan selain kemewahan. Masuk ke dalamnya membuat              kita mengenali keindahan yang senyap.<br />
”Biasanya kalau kita di laut lebih bisa diterima, karena biasanya              jarang ada orang datang ke sana,” ucap Effendi Soleman, seorang              petualang lautan. ”Malah, kalau di luar taman nasional pulau seribu              kadang kita ditolak kedatangannya,” tambah pria yang terkenal dengan              petualangan cadik nusantara. ”Itu biasanya kalau kita mampir ke              pulau wisata di Kepulauan Seribu.”<br />
Beda dari dua kondisi darat di atas. Laut lebih terlihat menerima              karena jarang ada manusia mau dekat menjenguknya. Padahal tanpa              mengenal bagaimana kita mencintainya. Seperti di Taman Nasional Laut              Kepulauan Seribu. Sebenarnya potensi petualangan lautan yang ada di              sana sangat besar. Namun, sayangnya masih jarang orang yang mau coba              menggali potensi itu di sana.<br />
Seharusnya kita sekarang lebih mengerti. Bahwa bumi diciptakan untuk              manusia. Tak ada hak untuk melarang-larang. Sebab kita semua manusia              sama. Sedangkan kalau masalahnya penyelamatan. Bukan berasal dari              pembatasan-pembatasan. Tapi dari dasar rasa cinta yang tumbuh wajar              karena kita mengenalinya.</p>
<p>Now I see the secret of making of the best person.<br />
It is to grow in the open air and to eat and sleep with the earth.<br />
(Walt Whitman; Song of the Open Road)<b><br />
(Ahmad Sarbini)</b></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ahmadsarbini.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ahmadsarbini.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadsarbini.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadsarbini.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadsarbini.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadsarbini.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahmadsarbini.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahmadsarbini.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahmadsarbini.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahmadsarbini.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadsarbini.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadsarbini.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadsarbini.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadsarbini.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadsarbini.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadsarbini.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsarbini.wordpress.com&amp;blog=2352594&amp;post=6&amp;subd=ahmadsarbini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/01/10/6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/462b927a8ef272277b0b35063e30130a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahmadsarbini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>pembuatan bokasi</title>
		<link>http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/01/10/pembuatan-bokasi/</link>
		<comments>http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/01/10/pembuatan-bokasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jan 2008 01:54:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadsarbini</dc:creator>
				<category><![CDATA[pertanian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/01/10/pembuatan-bokasi/</guid>
		<description><![CDATA[TEHNIK PEMBUATAN BOKASI Latar Belakang Pembangunan pertanian secara alami yang ramah lingkungan saat ini banyak dilakukan untuk menghasilkan bahan makanan yang aman, serta bebas dari bahan-bahan kimia yang berbahaya dan beracun. Pembangunan pertanian alami ini semula hanya menerapkan sistem pertanian organik, tetapi ternyata hasilnya hanya sedikit. Dalam tahun 1980-an, Prof Dr. Teruo Higa memperkenalkan konsep [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsarbini.wordpress.com&amp;blog=2352594&amp;post=5&amp;subd=ahmadsarbini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoTitle" style="line-height:17pt;"><span style="font-size:18pt;">TEHNIK PEMBUATAN BOKASI </span></p>
<p class="MsoSubtitle" style="line-height:17pt;"><span>Latar Belakang</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>Pembangunan pertanian secara alami yang ramah lingkungan saat ini banyak dilakukan untuk menghasilkan bahan makanan yang aman, serta bebas dari bahan-bahan kimia yang berbahaya dan beracun.<span>  </span>Pembangunan pertanian alami ini semula hanya menerapkan sistem pertanian organik, tetapi ternyata hasilnya hanya sedikit.<span>  </span>Dalam tahun 1980-an, Prof Dr. Teruo Higa memperkenalkan konsep EM atau Efektive Mikroorganisms pada praktek pertanian alami tersebut. Teknologi EM ini telah dikembangkan dan digunakan untuk memperbaiki kondisi tanah, menekan pertumbuhan mikroba yang menyebabkan penyakit, dan memperbaiki efisiensi penggunaan bahan organik oleh tanaman.<span>  </span>Pada pembuatan bokashi sebagai salah satu pupuk organik, bahan EM meningkatkan pengaruh pupuk tersebut terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>Beberapa pengaruh EM yang menguntungkan dalam pupuk bokashi tersebut adalah sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:'Times New Roman';"><span>-<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span></span><!--[endif]--><span>memperbaiki perkecambahan bunga, buah, dan kematangan hasil tanaman</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:'Times New Roman';"><span>-<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span></span><!--[endif]--><span>memperbaiki lingkungan fisik, kimia, dan biologi tanah serta menekan pertumbuhan hama dan penyakit dalam tanah</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:'Times New Roman';"><span>-<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span></span><!--[endif]--><span>meningkatkan kapasitas fotosintesis tanaman</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:'Times New Roman';"><span>-<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span></span><!--[endif]--><span>menjamin perkecambahan dan pertumbuhan tanaman yang lebih baik</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:'Times New Roman';"><span>-<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span></span><!--[endif]--><span>meningkatkan manfaat bahan organik sebagai pupuk</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>Berdasarkan kenyataan di lapangan, persediaan bahan organik pada lahan pertanian sedikit demi sedikit semakin berkurang.<span>  </span>Jika hal tersebut tidak ditambah dan segera diperbaiki oleh petani maka penurunan produksi akan terjadi pada tanaman-tanaman pertanian, seperti padi, palawija dan sayuran.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>Berbicara mengenai masalah penurunan produksi, tentunya bukan saja menjadi masalah petani atau masyarakat, tetapi juga merupakan masalah bagi pemerintah daerah dalam rangka mempertahankan ketahanan pangan dan ekonomi rakyat.<span>  </span>Hal ini seyogyanya harus menjadi bahan pemikiran bagi pemerintah daerah dalam mengatasinya secara bijak.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>Untuk dapat mengatasi hal tersebut, pada tahun anggaran 2003 ini Pemda Kabupaten<span>  </span>Pandeglang secara khusus mengalokasikan dananya melalui Proyek Peningkatan Produksi Padi Palawija dan Sayuran.<span>  </span>Pada kegiatan Proyek ini terdapat pertemuan teknis yang berisikan materi pengaruh penggunaan pupuk bokashi terhadap produksi padi palawija dan sayuran, dan materi tehnik pembuatan bokashi.<span>  </span>Kegiatan ini tentunya bertujuan untuk menambah wawasan dan keterampilan petani dalam masalah penggunaan pupuk bokasi secara praktis di lapangan.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><b><span>Manfaat Bokashi</span></b></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>Untuk meningkatkan dan menjaga kestabilan produksi pertanian, khususnya tanaman pangan, sangat perlu diterapkan teknologi yang murah dan mudah bagi petani.<span>  </span>Tehnologi tersebut dituntut ramah lingkungan dan dapat menfaatkan seluruh potensi sumberdaya alam yang ada dilingkungan pertanian, sehingga tidak memutus rantai sistem pertanian.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>Penggunaan pupuk bokashi EM merupakan salah satu alternatif yang dapat diterapkan pada pertanian saat ini.<span>  </span>Pupuk bokashi adalah pupuk organik (dari bahan jerami, pupuk kandang, samapah organik, dll) hasil fermentasi dengan teknologi EM-4 yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanah dan menekan pertumbuhan patogen dalam tanah, sehingga efeknya dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>Bagi petani yang menuntut pemakaian pupuk yang praktis, bokashi merupakan pupuk organik yang dapat dibuat dalam beberapa hari dan siap dipakai dalam waktu singkat.<span>  </span>Selain itu pembuatan pupuk bokashi biaya murah, sehingga sangat efektif dan efisien bagi petani padi, palawija, sayuran, bunga dan buah dalam peningkatan produksi tanaman.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><b><span>Bahan dan Cara Pembuatan Bokashi</span></b></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:-36pt;line-height:17pt;margin:6pt 0 0.0001pt 36pt;"><!--[if !supportLists]--><b><span><span>a.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span></b><!--[endif]--><b><span>Pembuatan Bokashi Pupuk Kandang</span></b></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36pt;text-indent:-17.3pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:'Times New Roman';"><span>-<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">          </span></span></span><!--[endif]--><span>Bahan-bahan untuk ukuran 500 kg bokashi :</span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="margin-left:36pt;border-collapse:collapse;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr>
<td style="width:25.5pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="34">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>1.</span></p>
</td>
<td style="width:149.6pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="199">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>Pupuk kandang</span></p>
</td>
<td style="width:18.7pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="25">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>=</span></p>
</td>
<td style="width:160.4pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="214">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>300 kg</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:25.5pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="34">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>2.</span></p>
</td>
<td style="width:149.6pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="199">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>Dedak</span></p>
</td>
<td style="width:18.7pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="25">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>=</span></p>
</td>
<td style="width:160.4pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="214">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span><span>    </span>50 kg</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:25.5pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="34">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>3.</span></p>
</td>
<td style="width:149.6pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="199">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>Sekam padi</span></p>
</td>
<td style="width:18.7pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="25">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>=</span></p>
</td>
<td style="width:160.4pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="214">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>150 kg</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:25.5pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="34">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>4.</span></p>
</td>
<td style="width:149.6pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="199">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>Gula yang telah dicairkan</span></p>
</td>
<td style="width:18.7pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="25">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>=</span></p>
</td>
<td style="width:160.4pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="214">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>200 ml</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:25.5pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="34">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>5.</span></p>
</td>
<td style="width:149.6pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="199">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>EM-4</span></p>
</td>
<td style="width:18.7pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="25">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>=</span></p>
</td>
<td style="width:160.4pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="214">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>500 ml</span></p>
</td>
</tr>
<tr style="height:18pt;">
<td style="width:25.5pt;height:18pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="34">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>6.</span></p>
</td>
<td style="width:149.6pt;height:18pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="199">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>Air secukupnya</span></p>
</td>
<td style="width:18.7pt;height:18pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="25">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span> </span></p>
</td>
<td style="width:160.4pt;height:18pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="214">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span> </span></p>
</td>
</tr>
</table>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36pt;line-height:17pt;"><span> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36pt;text-indent:-17.3pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:'Times New Roman';"><span>-<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">          </span></span></span><!--[endif]--><span>Cara Pembuatannya :</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span>Larutkan EM-4 dan gula ke dalam air</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span>Pupuk kandang, sekam padi, dan dedak dicampur secara merata</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span>Siramkan EM-4 secara perlahan-lahan ke dalam adonan secara merata sampai kandungan air adonan mencapai 30 %</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>4.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span>Bila adonan dikepal dengan tangan, air tidak menetes dan bila kepalan tangan dilepas maka adonan susah pecah (megar)</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>5.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span>Adonan digundukan diatas ubin yang kering dengan ketinggian minimal 15-20 cm</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>6.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span>Kemudian ditutup dengan karung goni selama 4-7 hari </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>7.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span>Petahankan gundukan adonan maksimal 50<sup>0</sup> C, bila suhunya lebih dari<span>  </span>50<sup>0</sup> C turunkan suhunya dengan cara membolak balik</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>8.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span>Kemudian tutp kembali dengan karung goni</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>9.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span>Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan bokashi menjadi rusak karena terjadi proses pembusukan</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>10.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span>Pengecekan suhu sebaiknya dilakukan setiap 5 jam sekali</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>11.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span>Setelah 4-7 hari bokashi telah selesai terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk organik</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><b><span>b. Pembuatan Bokashi Jerami Padi</span></b></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36pt;text-indent:-17.3pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:'Times New Roman';"><span>-<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">          </span></span></span><!--[endif]--><span>Bahan-bahan untuk ukuran 1000 kg bokashi :</span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="margin-left:36pt;border-collapse:collapse;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr>
<td style="width:25.5pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="34">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>1.</span></p>
</td>
<td style="width:224.4pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="299">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>Jerami padi yang telah dihaluskan</span></p>
</td>
<td style="width:18.7pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="25">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>=</span></p>
</td>
<td style="width:86.45pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="115">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>500 kg</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:25.5pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="34">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>2.</span></p>
</td>
<td style="width:224.4pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="299">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>Pupuk kotoran hewan/pupuk kandang</span></p>
</td>
<td style="width:18.7pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="25">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>=</span></p>
</td>
<td style="width:86.45pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="115">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>300 kg</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:25.5pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="34">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>3.</span></p>
</td>
<td style="width:224.4pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="299">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>Dedak halus</span></p>
</td>
<td style="width:18.7pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="25">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>=</span></p>
</td>
<td style="width:86.45pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="115">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>100 kg</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:25.5pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="34">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>4.</span></p>
</td>
<td style="width:224.4pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="299">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>Sekam/Arang Sekam/Arang Kelapa</span></p>
</td>
<td style="width:18.7pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="25">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>=</span></p>
</td>
<td style="width:86.45pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="115">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>100 kg</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:25.5pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="34">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>5.</span></p>
</td>
<td style="width:224.4pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="299">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>Molase/Gula pasir/merah</span></p>
</td>
<td style="width:18.7pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="25">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>=</span></p>
</td>
<td style="width:86.45pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="115">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>1 liter/250 gr</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:25.5pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="34">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>6.</span></p>
</td>
<td style="width:224.4pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="299">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>EM-4</span></p>
</td>
<td style="width:18.7pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="25">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>=</span></p>
</td>
<td style="width:86.45pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="115">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>1 liter</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:25.5pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="34">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>7.</span></p>
</td>
<td style="width:224.4pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="299">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>Air secukupnya</span></p>
</td>
<td style="width:18.7pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="25">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span> </span></p>
</td>
<td style="width:86.45pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="115">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span> </span></p>
</td>
</tr>
</table>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36pt;line-height:17pt;"><span> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36pt;text-indent:-17.3pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:'Times New Roman';"><span>-<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">          </span></span></span><!--[endif]--><span>Cara Pembuatannya:</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36pt;line-height:17pt;"><i><span>Membuat larutan gula dan EM-4</span></i></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span>Sediakan air dalam ember sebanyak 1 liter</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span>Masukan gula putih/merah sebanyak 250 gr kemudian aduk sampai rata</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span>Masukan EM-4 sebanyak 1 liter ke dalam larutan tadi kemudian aduk hingga rata.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:54pt;line-height:17pt;"><span> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36pt;line-height:17pt;"><i><span>Membuat pupuk bokashi</span></i></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span>Bahan-bahan tadi dicampur (jerami, pupuk kandang, arang sekam dan dedak) dan aduk sampai merata </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span>Siramkan EM-4 secara perlahan-lahan ke dalam adonan (campuran bahan organik) secara merata sampai kandungan air adonan mencapai 30 %</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span>Bila adonan dikepal dengan tangan air tidak menetes dan bila kepalan tangan dilepas maka adonan masih tampak menggumpal</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>4.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span>Adonan digundukan diatas ubin yang kering dengan ketinggian minimal 15-20 cm</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>5.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span>Kemudian ditutup dengan karung berpori (karung goni) selama 3-4 hari </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>6.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span>Agar proses fermentasi dapat berlangsung dengan baik perhatikan agar suhu tidak melebihi 50<sup>0</sup> C, bila suhunya lebih dari 50<sup>0</sup> C turunkan suhunya dengan cara membolak balik</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>7.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span>Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan bokashi menjadi rusak karena terjadi proses pembusukan</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>8.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span>Setelah 4-7 hari bokashi telah selesai terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk organik.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:54pt;line-height:17pt;"><span> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><b><span>c. Pembuatan Bokashi Cair</span></b></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36pt;text-indent:-17.3pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:'Times New Roman';"><span>-<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">          </span></span></span><!--[endif]--><span>Bahan-bahan untuk ukuran 200 liter bokashi cair :</span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="margin-left:36pt;border-collapse:collapse;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0">
<tr>
<td style="width:25.5pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="34">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>1.</span></p>
</td>
<td style="width:224.4pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="299">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>Pupuk kotoran hewan/pupuk kandang</span></p>
</td>
<td style="width:18.7pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="25">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>=</span></p>
</td>
<td style="width:86.45pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="115">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>30 kg</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:25.5pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="34">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>2.</span></p>
</td>
<td style="width:224.4pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="299">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>Molase/Gula pasir/merah</span></p>
</td>
<td style="width:18.7pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="25">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>=</span></p>
</td>
<td style="width:86.45pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="115">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>1 liter/250 gr</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:25.5pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="34">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>3.</span></p>
</td>
<td style="width:224.4pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="299">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>EM-4</span></p>
</td>
<td style="width:18.7pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="25">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>=</span></p>
</td>
<td style="width:86.45pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="115">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>1 liter</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:25.5pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="34">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>4.</span></p>
</td>
<td style="width:224.4pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="299">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>Air secukupnya</span></p>
</td>
<td style="width:18.7pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="25">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span> </span></p>
</td>
<td style="width:86.45pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="115">
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span> </span></p>
</td>
</tr>
</table>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36pt;line-height:17pt;"><span> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36pt;text-indent:-17.3pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:'Times New Roman';"><span>-<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">          </span></span></span><!--[endif]--><span>Cara Pembuatannya:</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span>Isi drum ukuran 200 liter dengan air setengahnya </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span>Pada tempat yang terpisah buat larutan molase sebanyak 1 liter, dengan cara mencampurkan gula putih/merah sebanyak 250 gram dengan air sebanyak 1 liter</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span>Masukan molase tadi sebanyak 1 liter bersama EM-4 sebanyak 1 liter ke dalam drum, kemudian aduk perlahan-lahan hingga rata</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>4.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span>Masukan pupuk kandang sebanyak 30 kgdan aduk perlahan-lahan hingga ersatu dengan larutan tadi</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>5.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span>Tambahkan air sebanyak 100 liter hingga drum menjadi penuh, kemudian aduksampai rata dan tutup rapat-rapat</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>6.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span>Lakukan pengadukan secara perlahansetiap pagi selama 4 hari.<span>  </span>Cara pengadukan setiap hari cukup lima putaran saja.<span>  </span>Setelah diaduk biarkan air larutan bergerak sampai tenang lalu drum ditutup kembali</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:72pt;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>7.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">     </span></span></span><!--[endif]--><span>Setelah 4 hari bokashi cair EM-4 siap untuk digunakan.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:54pt;line-height:17pt;"><span> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="line-height:17pt;"><span>Catatan:</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:18pt;line-height:17pt;"><span><!--[if gte vml 1]&gt;                                                  &lt;![endif]--><span>  </span>Bila tidak ada molase, setiap macam gula dapat digunakan sebagai penggantinya.<span>  </span>Beberapa bahan pengganti tersebut adalah nira tebu gula, sari (juice) buah-buahan,dan air buangan industri alkohol</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:18pt;line-height:17pt;"><span> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:18pt;line-height:17pt;"><span><!--[if gte vml 1]&gt;   &lt;![endif]--><span>  </span>Jumah kandungan air adalah merupakan petunjuk.<span>  </span>Jumlah air yang perluditambahkan tergantung pada kandungan air bahan yang digunakan.<span>  </span>Jumlah air yang paling sesuai adalah jumlah air yang diperlukan membuat bahan-bahan basah tetapi tidak sampai berlebihan dan terbuang.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:54pt;line-height:17pt;"><span> </span></p>
<h1><span>Penggunaan Pupuk Bokashi untuk</span></h1>
<p><b><span> Padi, Palawija dan Sayuran</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:17pt;"><span style="font-family:Tahoma;">Bahan bokashi sangat banyak terdapat di sekitar lahan pertanian, seperti misalny jerami, pupuk kandang, rumput, pupuk hijau, sekam padi, sebuk gergaji, dan lain-lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:17pt;"><span style="font-family:Tahoma;">Semua bahan organik yang akan difermentasi oleh mikroorganisme frmentasi dalam kondisi semi anaerobik pada suhu 40-50<sup>0</sup> C.<span>  </span>Hasil fermentasi bahan organik berupa senyawa organik mudah diserap oleh perakaran tanaman.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:17pt;"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;text-indent:-18.7pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Tahoma;"><span>a.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Tahoma;">Cara penggunaan secara umum :</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:'Times New Roman';"><span>-<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span></span><!--[endif]--><span>3-4 genggam bokasi (150-200 gram) untuk setiap mtr persegi tanah disebar marata diatas permukaan tanah.<span>  </span>Pada tanah yang kurang subur dapat diberikan lebih.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:'Times New Roman';"><span>-<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span></span><!--[endif]--><span>Untuk mencampurkan bokashi ke dalam tanah, tanah perlu dicangkul/bajak. Penggunaan penutup tanah (mulsa) dari jerami atau rumput-rumputan kering sangat dianjurkan pada tanah tegalan.<span>  </span>Pada<span>  </span>tanah sawah pemberian bokashi dilakukan sebelum pembajakan tanah.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:'Times New Roman';"><span>-<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span></span><!--[endif]--><span>Biarkan bokashi selama seminggu, setelah itu baru bibit ditanam.</span></p>
<p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left:36pt;text-indent:-18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:'Times New Roman';"><span>-<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span></span><!--[endif]--><span>Untuk tanaman buah-buahan, bokasi diebar merata dipermukaan tanah/perakaran tanaman dan siramkan 3-4 cc EM-4 perliter air setiap minggu sekali.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18.7pt;text-align:justify;text-indent:-18.7pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Tahoma;"><span>b.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">      </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Tahoma;">Cara penggunaan secara khusus :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>-<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Tahoma;">Bokashi jerami dan bokashi pupuk kandang baik dipakai untuk melanjutkan fermentasi penutup tanah (mulsa) dan bahan organik lainnya di lahan pertanian juga banyak digunakan pada tanah swahkarena ketersediaan bahan yang cukup.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:17pt;"><!--[if !supportLists]--><span><span>-<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Tahoma;">Bokashi jerami dan bokashi pupuk kandang<span>  </span>baik dipakai untuk pembibitan/ menanam bibit yang masih kecil.</span></p>
<p><!--[if !supportLists]--><span><span>-<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">         </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:Tahoma;">Bokashi expres baik digunakan sebagai penutup tanah (mulsa) pada tanaman sayur dan buah-buahan.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ahmadsarbini.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ahmadsarbini.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ahmadsarbini.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ahmadsarbini.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ahmadsarbini.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ahmadsarbini.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ahmadsarbini.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ahmadsarbini.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ahmadsarbini.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ahmadsarbini.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ahmadsarbini.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ahmadsarbini.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ahmadsarbini.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ahmadsarbini.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ahmadsarbini.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ahmadsarbini.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ahmadsarbini.wordpress.com&amp;blog=2352594&amp;post=5&amp;subd=ahmadsarbini&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadsarbini.wordpress.com/2008/01/10/pembuatan-bokasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/462b927a8ef272277b0b35063e30130a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ahmadsarbini</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
